Karangasem Jadi Percontohan Pinjaman Investasi Pemerintah

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Keberhasilan Kabupaten Karangasem dalam memanfaatkan dana pinjaman dari dana pinjaman ivestasi pemerintah (PIP) untuk membuat pasar semi modern, membuat PT Sarana Multi Insprastruktur (PT. SMI) tertarik menjadikan sebagai percontohan.

Direktur Kerjasama PT SMI yang merupakan jelmaan dari PT PIP, Asmi, mengakui hal itu, saat melakukan studi banding ke Karangasem, Kamis (1/8/19) pagi tadi.

Menurut Asmi, Karangasem telah berhasil membangun daerahnya dengan menggunakan dana pinjaman dari pemerintah pusat.

“Keberhasilan yang dicapai Karangasem tidak sebatas sukses dalam membangun pasar, tapi juga lancar dalam membayar angsuran pinjaman, dan pinjaman yang dilakukan mendapat persetujuan dari banyak pihak,” ucap Asmi.



Kunjungan direktur PT SMI untuk meninjau Pasar Amlapura (hasil dari dana PIP) juga melibatkan perwakilan 3 Kabupaten di luar Bali untuk meniru jejak yang dilakukan Karangasem. Ketiga kabupaten itu, yakni Kabupaten Lombok Tengah (NTB), Halmahera (Maluku) dan Kabupaten Banjar Baru.

Sementara itu, kedatangan dari pihak PT SMI, diterima Asisten III Sekda Karangasem Ni Luh Santika Wati, Kabag Ekonomi I Gede Hadi Susila, dan Kabag Humas Protokol Edi Setiawan.

“Pihak PT SMI datang untuk melakukan studi banding terkait keberhasilan kita (Karangasem) dalam membangun pasar modern dengan menggunakan dana pinjaman dari pemerintah pusat,” ucap Kabag Humas dan Prokol Pemkab Karangasem, Edi Setiadi.



Selain melakukan studi banding ke Karangasem, lanjut Edi Setiadi, pihak PT SMI juga mendaulat Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri untuk mempresentasikan keberhasilan Pemkab Karangasem dalam melakukan pinjaman ke pemerintah pusat terkait dengan pembangunan Pasar Amlapura Timur itu.

“Keberhasilan memanfaatkan dana pinaman untuk membangun pasar ini akan dipresentasikan Ibu Bupati dihadapan Menteri Perdagangan dan 22 Kabupaten yang mengajukan pinjman ke PT SMI, di Denpasar,” pungkas Edi Setiadi. (tio)

Exit mobile version