DENPASAR, Balifactualnews.com – Tim definitif tarung derajat pra-PON Bali akhirnya telah dibentuk dengan penghuni 14 petarung usai dilakukannya seleksi ketat beberapa waktu lalu. Dari 14 petarung tersebut lima diantaranya merupakan petarung yang turun di Kejurnas tarung derajat yang dihelat tahun 2022 lalu.
Dijelaskan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Kodrat Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, para petarung kini tengah digembleng latihan selama tiga pekan sekali di GOR Lila Bhuana, Denpasar.
“Persiapan tim sekarang ini masih 40 % dan sebelum berlaga pada pra-PON atau awal September mendatang, rencananya kami mendatangkan pelatih dari perguruan pusat untuk penguatan mental anak-anak. Secara kebutuhan itu sangat penting, disamping teknik dan fisik sudah diberikan oleh pelatih di sini,” ungkap Tri Candra Arka di Denpasar, Minggu (28/5/2023).
Terkait agenda kedua tak lain melakukan try in dengan menjajal seluruh petarung di Bali dalam tajuk latih tanding.
“Kabar baiknya, dalam agenda try in itu, tim Kabupaten Malang akan try out di Bali dan kami ajak mereka sparring partner sekalian,” sebut pria yang akrab disapa Gung Cok itu.
Dipaparkannya, Bali tanpa target medali di ajang Pra-PON nanti. Meskipun di Pra-PON 2019 lalu, tarung derajat Bali keluar sebagai juara umum. “Emas itu adalah bonus prestasi. Tapi target utama kami adalah lolos PON sebanyak-banyaknya,” sebut Gung Cok yang juga Kabid Binpres KONI Bali itu.
Diakuinya, PON tahun 2024 cukup berat karena satu kelas itu terdiri dari 10 petarung, kuotanya 8 diambil dari pra-PON sementara 2 lainnya adalah jatah tuan rumah (Aceh dan Sumut) yang lolos langsung. “Kalau dulu di Papua itu ada 8 petarung di satu kelas. Menang sekali saja sudah perunggu (semifinal), kalau sekarang (PON 2024) harus menang empat kali baru dapat emas,” tutup Gung Cok. (ena/bfn)
