DENPASAR, Balifactualnews.com – Sambil menjalankan program kerja KONI Badung tahun 2023 ini, induk organisasi olahraga di Badung itu juga akan menerapkan monitoring evaluasi (monev) terhadap atlet yang nantinya akan dipersiapkan untuk Porprov Bali 2025. Tak hanya monev terhadap atlet tapi untuk pengkab cabang olahraga (cabor) dibawahnya juga akan dilakukan monev keuangan.
Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Badung Made Nariana, “Kalau terkait program tahun 2023 ini sudah kami susun dan nanti dilaporkan ke Pemkab Badung hanya soal nilainya berapa itu nanti. Pastinya untuk pembinaan atlet yang dipersiapkan pada Porprov Balli 2025 juga termasuk. Tapi itu semua nantinya juga setelah Porjar Bali tahun 2023 ini usai digelar. Sehingga atlet regenerasi juga akan kelihatan prestasinya,” kata Made Nariana di KONI Badung, Selasa (16/5/2023).
Setelah Porjar Bali selesai digelar maka pembinaan atlet senior dan junior Badung akan mulai berjalan namun pembinaanya seperti biasa yakni di pengkab – pengkab cabang olahraga (cabor) masing-masing.
“Istilahnya seperti TC desentralisasi yang dilakukan selama ini. Dan kami dari KONI Badung tetap akan memantau pelatihan dan pembinaan mereka dalam bentuk monev tadi,” tegas mantan Ketua Umum KONI Bali tersebut.
Selain monev atlet, monev keuangan pengkab cabor juga akan dilakukan. Artinya tidak sembarang pengkab cabor jika membeli atau melakukan apapun, laporan keuangannya juga harus jelas dan sinkron dengan penajuan atau laporannya.
“Semisal beli peralatan olahraga dengan pengajuan jumlah, merk atau jenisnya juga harus sama. Tidak bisa misalkan beli tiga barang tapi merk barang tersebut berbeda dengan pengajuan atau laporan keungannya. Intinya jumlah dan merk harus sama persis,” pungkas Nariana. (ena/bfn)
