KONI Bandung Berkunjung KONI Badung

koni-bandung-berkunjung-koni-badung
Ket Foto : Pengurus KONI Badung bersama pengurus KONI Bandung. Foto : bfn/ist

BADUNG, Balifactualnews.com – KONI Kota Bandung (Jawa Barat) dengan 9 pengurusnya berkunjung ke KONI Badung di Kawasan Kwanji Dalung Kuta Utara, Senin (4/12/2023). KONI Bandung dipimpin Wakil Ketua III Iwan Darmawan dan diterima Ketua Umum KONI Badung Made Nariana didampingi Wakil Ketua I dan II yakni Wayan Tirta dan Ketut Widia Astika juga beberapa pengurus lain dan beberapa pengurus bidang.

Dalam kunjungan itu, pengurus KONI Bandung menanyakan pola pembinaan atlet di KONI Badung serta peranan sport industri dan sport tourism yang dilakukan Badung. Menyoal Sport Tourism KONI Badung, Nariana mengutarakan sudah berjalan lancar meski pertama kali digelar di Bali. Pesertanya juga cukup banyak baik dari dalam dan luar negeri..

“Pola Badung dalam melaksanakan Sport Tourism dapat dipakai di tempat lain seperti sebagai syarat peningkatan kualitas atlet sekaligus membantu pemerintah mendatangkan atlet olahraga, baik domestik mapun mancanegara,” tutur Nariana.

Mantan Ketua Umum KONI Bali itu juga menyinggung untuk pertandingan cabor tidak terukur di mana-mana selalu dimenangkan tuan rumah. Cara itu berlaku jamak dari tingkat daerah sampai PON. “Ketika PON Papua atlet Bali ada 2 orang dikalahkan tuan rumah meski banyak pihak melihat harusnya menang. Kalau cara – cara ini tetap berlangsung, sampai kapan pun olahraga Indonesia tidak akan maju,“ sebutNariana kepada pengurus KONI Bandung.

Di lain pihak, Iwan Darmawan menyebutkan KONI Bandung pernah 16 kali menjadi juara umum Porda di Jabar yang dilakukan 4 tahun sekali. Namun belakangan juara umum diambil alih Kabupten Basuki atau Kabupaten Bogor. Hal itu karena kedua kabupaten itu gencar membina atlet dan memberikan bantuan dana.

“Kami di KONI Bandung sudah diberi target pihak Dinas Pendidikan dan Olahraga supaya kembali menjadi juara umum. Namun, di Bekasi atau Bogor bonus atlet Porda sampai Rp100 juta unhtuk peraih emas. Sementara Bandung hanya sampai Rp50 juta,” terang Iwan yang berprofesi sebagai advocad itu.

Berdasarkan semua itu dirinya ingin mengetahui pola lain yang dilakukan Badung sehingga dapat kembali menjadi juara umum dalam Porda. Pihak KONI Bandung juga mengalami masalah teknis di setiap pertandingan, terutama pertandingan cabang olahraga seni (tidak terukur) dimana tuan rumah selalu menang. (ena/bfn)

 

Exit mobile version