KARANGASEM, Balifactualnews.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem melaksanakan sosialisasi pemilihan Pemilu 2024 yang dilaksanakan di Banjar Dinas Kerta Warah, Desa Tiyingtali, Abang, Karangasem, Senin (25/12/2023) kemarin. Kegiatan ini bagian upaya untuk mengatahui kesiapan KPPS dalam melaksanakan tugas saat pencoblosan nanti.
Ketua KPU Karangasem, I Putu Darma Budiasa, mengungkapkan, kalau simulasi Pemilu 2024 diawali Desa Tiyingtali diawali dari proses pencoblosan, penghitungan perolehan suara dan yang lainnya. Dalam simulasi juga dilakukan pengisian formulir, mengisi pleno, sesuai pemilihan, karena semua suara pemilih akan dihitung.
“Simulasi Pemilu sangat penting dilakukan, karena melalui simulasi kami bisa mengetahui kesigapan petugas KPPS di TPS untuk menjalankan tugas sesungguhnya pada 14 Februari 2024 mendatang,” ucap Darma Budiasa, seraya menambahkan, bahwa, simulasi Pemilu yang dilaksanakan itu juga mengundang parpol, Kapolres, Kesbanglinmaspol dan Bawaslu.
Didampingi komisioner lainnya, I Kadek Sukara, I Gede Budana, Agus Purwanto, dan I Wayan Suartika, Darma Budiasa, menambahkan, simulasi di TPS II dengan pemilih yang masuk DPT sebanyak 225 orang terdiri dari laki – laki 106, dan perempuan 119. Sedangkan pemilih DPTb 0, dan DPK 1.
Dari jumlah DPT 225 terdapat 6 pemilih dari disabilitas, lima orang diantaranya perempuan dan satu orang laki-laki
Putu Darma Budiasa mengatakan simulasi ini guna memastikan kesiapan penyelenggara di tingkat terbawah dalam menggelar pemilihan pada 14 Februari 2024 nanti. Sehingga tata cara dan alur simulasi, dibuat mirip dengan pemilu sesungguhnya. Mulai dari awal pemungutan suara pukul 07.00 hingga berakhir pukul 13.00 Wita. Pihaknya berharap pengalaman yang didapat petugas KPPS saat simulasi, bisa diterapkan secara langsung pada saat pemilihan sesungguhnya nanti.
“Pemilu sesungguh ada di TPS. Sehingga KPPS menjadi ujung tombak menjaga pesta demokrasi dalam siklus lima tahunan ini. Kami berharap partisipasi yang cukup tinggi saat simulasi agar berbanding lurus pada saat pemilihan 14 Februari 2024 nanti,”harapnya.
Menurut Darma Budiasa, Simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024, memberikan gambaran bukan hanya kepada penyelenggara saja, juga kepada pemilih agar lebih paham tentang tata cara dan alur mekanisme pemungutan suara.
“Dari hasil pengamatan terkait durasi waktu mencoblos untuk pemilih masih rata – rata menggunakan waktu 5 menit untuk mencoblos surat suara Presiden dan Wakil Presiden, surat suara DPD, surat suara DPR RI, surat suara DPRD Provinsi, dan surat suara DPRD Kabupaten. Ada juga pemilih menggunakan waktu tercepat penggunaan hak pilihnya dalam durasi 1 menit 48 detik. Namun demikian ada juga pemilih menggunakan hak pilih dalam waktu terlama sampai 7 menit untuk lansia,” jelasnya.
Darma Budiasa menegaskan, simulasi Pemilu yang dilaksanakan itu sekaligus bagian dari sosialisasi Pemilu 2024 kepada masyarakat dan penyelenggara Pemilu ditingkat desa serta kecamatan, sehingga nantinya dapat menjadi acuan tentang pemungutan dan penghitungan suara sesuai Peraturan KPU (PKPU).
“Simulasi ini kami lakukan senyatanya atau real agar dalam Pemilu nanti dapat digunakan sebagai pedoman KPPS, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Selain itu juga sebagai uji coba kesiapan mereka. Kami juga sudah buatkan videonya untuk nantinya disosialisasikan dalam Bimtek kepada KPPS,” tandasnya. (tio/bfn)
