Kualitas Proyek Lanjutan Stadion IGKJ Diragukan

Hingga Batas Waktu, Pengerjaan Lapangan Terlihat Amburadul

kualitas-proyek-lanjutan-stadion-igkj-diragukan
Foto: kondisi pengerjaan proyek lanjutan stadion I Gusti Ketut Jelantik.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Masyarakat Karangasem, khususnya para pecinta sepak bola mulai meragukan kualitas pengerjaan proyek lanjutan stadion I Gusti Ketut Jelantik di Jalan Veteran, Kelurahan Padangkerta.

Selain digarap asal-asalan, hingga batas waktu pengerjaan, Selasa (12/12) proyek penanaman rumput dan tembok keliling serta sarana lainnya terkesan dikerjakan sangat amburadul.

Baca Juga : Tahun 2023 Dewan Karangasem Tetapkan Delapan Perda

Stadion berstandar nasional dinilai hanya wacana saja. Ini terlihat dari lingkar lapangan (di belakang gawang,Red) yang tidak ditanami rumput, sebaliknya area untuk tempat pemanasan para pemain itu diurug dengan pasir. Bukan hanya itu lapangan stadion juga masih terlihat bergelombang dan penuh batu kerikil.

“Beginilah dampaknya kalau proyek dikerjakan asal-asalan dan pengerjaannya tidak bisa diselesaikan tepat waktu. Katanya berstandar nasional, tapi proyek kok dikerjakan tambal sulam,” ketus Made Prana salah seorang warga Karangasem, yang juga pecinta olahraga kulit bundar itu.

Terpisah, Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Gusti Made Artha Wijaya, mengakui batas akhir pengerjaan proyek stadion sudah berakhir per hari Selasa kemarin. Kendati demikian beberapa item pekerjaan masih diselesaikan oleh rekanan hingga saat ini.

Baca Juga : Dinas Kesehatan Catat Dua Kasus Baru Covid-19

“Pengerjaan proyek lanjutan stadion sudah berakhir per Selasa (12/12) hari ini. Tapi rekanan masih bekerja untuk menyelesaikan beberapa item pekerjaan seperti pengecatan tembok stadion. Dan hari ini juga akan dilakukan proses pemasangan gawang,”jelasnya.

Penanaman rumput lapangan, lanjut Artha Wijaya, sudah kelar 100%. Beberapa sudah tumbuh, tapi belum rata. Sedangkan kondisi lapangan yang bergelombang dan berkerikil belum dilakukan finishing.

“Batu kerikil belum bisa di tandem, finishing lapangan yang bergelombang juga belum bisa dilakukan karena rumput belum tumbuh sempurna. Kalau dilakukan sekarang khawatirnya rumput mati karena pemerataan nanti akan menggunakan alat berat,” kelitnya.

Artha Wijaya mengakui, penanaman pipa penyiraman dilakukan tambal sulam (baru ditanam setelah rumput lapangan terpasang,Red). Itu terjadi karena rekanan terlambat mendapatkan pipa penyiraman sesuai bestek yang ditentukan.

“Sekarang kami masih menunggu gardu dari pihak PLN untuk dapat melakukan uji pompa penyiraman rumput. Batas akhir pengerjaan proyek ini hingga pukul 24.00 Wita. Kalau tidak bisa diselesaikan, maka rekanan tetap akan kami denda sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (tio/bfn)

Exit mobile version