Berantas Mafia Tambang Galian C, Masyarakat Ragukan Sikap Tegas Aparat Penegak Hukum

“Dengan cara apa pun menertibkan galian C ilegal tidak akan bisa, karena oknum tersebut sudah berkalaborasi dengan orang-orang hukum, apalagi itu sudah menjadi lahan basah”

( I Wayan Mika/ Masyarakat )

 

Petugas Sat Pol PP saat melakukan sidak penertiban galian C ilegal  di wilayah Butus.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Masyarakat Karangasem mendorong pemerintah daerah menggenjot pendapatan asli daerah (PAD)  dari sektor galian C, menyusul sektor pariwisata masih stagnan karena imbas pandemi Covvid-19.

Dorongan itu mengemuka dalam diskusi grup media sosial seperti tiga grup WhatsApp, menyikapi berita MAFIA TAMBANG GALIAN C yang dinukilkan portal berita online Bali Factual News, Sabtu 2 Oktober 2021. Berita tersebut dibagikan ke beberapa   WAG, seperti WAG Karangasem Bersehati, Mejabundar, dan WAG Karangasem Jangan Dilupakan, yang saat ini sedang eksis di Karangasem, mengundang beberagam komentar, termasuk diantaranya datang dari Perbekel Desa Ban, Kecamatan Kubu, I Wayan Tamu Sugiantara.

Baca Juga : Pemerhati Anak Berharap Kasus Kadek Sepi Tak Ditutup, Dorong Polres Karangasem  Lakukan Otopsi

Dalam percakapannya, pria yang sempat duduk di kursi DPRD Karangasem ini, mendorong aparat penegak hukum untuk menumpas  mafia Tambang Galian C ilegal  itu.

“Harus di sikat habis kalau mau  PAD Karangasem naik dari galian C,” ucap Tamu Sugiantara   di WAG Karangasem Bersehati.

Keterlibatan oknum yang  membekingi permainan mafia tambang itu, juga menjadi sorotan. Itu sebabnya masyarakat Karangasem yang tergabung dalam tiga WAG grup  meragukan  langkah aparat penegak hukum (APH) dalam  memberantas permainan mafia tambang ini.

“Hari gini masih ada beking-bekingan? Saya jadi ragu APH akan mampu memberantas permainan mafia tambang ini,” sambung I Wayan Belog.

Sementara itu, I Wayan Karsana, mencoba memberikan solusi dalam mengatasi tingkat kebocoran galian C yang sampai saat ini masih terus terjadi.  Menurutnya, kebocoran itu bisa disipaki dengan membuat jalur khusus truk galian C.

“Seperti  masuk tol Bali Mandara, sopir  harus membawa kartu chiep, aman kan…dan gak perlu lagi banyak petugas,” jelas pria asal Selat itu.

Tapi, Wayan Mika, memberikan komentar pedas berkaitan keberadaan mafia tambang itu. Dalam diskusinya di WAG Karangasem Jangan Dilupakan, Mika mengakui betapa sulitnya menertibkan galian C ilegal, karena kejadian sudah berlangsung dari jaman ke jaman.

“Dengan cara apa pun menertibkan galian C ilegal tidak akan bisa, karena oknum tersebut sudah berkalaborasi dengan orang-orang hukum, apalagi itu  sudah menjadi lahan basah,” pungkasnya.  (tio/bfn)