KARANGASEM, Balifactualnews.com – Di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kemampuan sebagian orang memverifikasinya, menjaga bangsa tidak lagi selalu dilakukan di medan perang atau di garis perbatasan. Hari ini, pertarungan itu berlangsung di layar gawai, ruang digital, dan media sosial.
Kesadaran itulah yang menjadi semangat pembekalan 50 putra-putri terbaik Karangasem yang terdiri atas Alumni Paskibraka 2025 dan Calon Paskibraka (Capaska) 2026 di Wantilan Sabha Prakerti, Minggu (1/6).
Mereka datang bukan untuk berlatih baris-berbaris atau mengasah formasi pengibaran bendera. Hari itu mereka mendapat bekal yang jauh lebih mendasar: pemahaman tentang Pancasila, nasionalisme, dan empat pilar kebangsaan yang akan menjadi kompas dalam menghadapi tantangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Karangasem sengaja memilih momentum Hari Lahir Pancasila untuk memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda. Sebab, tantangan yang dihadapi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengatakan, ancaman terhadap bangsa kini tidak lagi hadir dalam bentuk penjajahan fisik, melainkan melalui hoaks, disinformasi, polarisasi sosial, hingga lunturnya identitas nasional akibat derasnya arus globalisasi.
“Di era digital saat ini, penerapan nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Kita diserbu oleh maraknya hoaks, disinformasi, polarisasi opini, pergeseran kebudayaan, hingga ancaman globalisasi terhadap identitas nasional,” tegas Gus Parwata.
Menurutnya, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan saat upacara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari cara berpikir, bersikap, hingga berinteraksi di ruang publik maupun ruang digital.
“Pembumian Pancasila di era modern harus ditegaskan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi hafalan lisan atau slogan mati,” ujarnya.
Di hadapan para peserta, Gus Parwata juga menegaskan bahwa generasi muda merupakan benteng utama bangsa. Karena itu, teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan hal-hal positif, memperkuat persatuan, serta menjadi sarana berkarya dan berinovasi.
Semangat serupa disampaikan Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa. Dalam materinya tentang nasionalisme di era globalisasi, ia mengajak peserta memahami bahwa cinta tanah air tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar.
Nasionalisme, menurut Pandu, justru lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Tantangan globalisasi harus dijawab dengan pendidikan karakter yang kuat, pemahaman sejarah perjuangan bangsa, serta kecintaan terhadap adat dan budaya yang kita miliki,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga kerukunan antarumat beragama, melestarikan lingkungan, dan menggunakan media sosial secara bijak merupakan bentuk nasionalisme yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini.
“Menjaga kerukunan antarumat beragama, melestarikan lingkungan hidup, serta bijak menggunakan media sosial dengan memperkenalkan budaya daerah kepada dunia merupakan bentuk nasionalisme yang relevan di zaman sekarang,” ujarnya.
Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan para peserta. Mereka adalah generasi yang tumbuh bersama internet, hidup dalam dunia tanpa batas, namun tetap dituntut memiliki akar yang kuat pada jati diri bangsa.
Pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta. Ia mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada sejauh mana generasi muda memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan.
Menurutnya, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI bukan sekadar konsep yang dipelajari di sekolah, melainkan fondasi yang menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah keberagaman.
“Pancasila adalah pedoman moral dan etika dalam kehidupan berbangsa. UUD 1945 menjadi landasan konstitusional negara, Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat keberagaman, dan NKRI merupakan bentuk negara yang wajib kita jaga bersama,” jelas Sedana Merta.
Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran kebangsaan yang kuat.
“Kokohnya Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” tegasnya.
Kegiatan yang dipandu Kepala Kesbangpol Karangasem I Ketut Indra Sutawan itu turut dihadiri Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, unsur Forkopimda, serta jajaran pelatih Kodim 1623/Karangasem yang akan mendampingi proses pembinaan Capaska menuju tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2026. (tio/bfn)













