KARANGASEM, Balifactualnews.com – Aksi pencurian perangkat Base Transceiver Station (BTS) terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Karangasem. Polisi kini memburu pelaku yang diduga menggasak modul BTS dan perangkat pendukungnya.
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut, Minggu (19/7). Menurutnya, kasus itu diketahui setelah pihak perusahaan menerima informasi adanya alarm yang menunjukkan perangkat Board Not In Position (UBBP) hilang.
“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar Artono.
Ia menjelaskan, informasi awal mengenai hilangnya perangkat BTS diterima pelapor Herpansyah dari kantor MKU pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 11.46 Wita. Dalam laporan tersebut disebutkan adanya alarm terkait perangkat UBBP yang tidak berada di tempatnya.
Pelapor kemudian mendatangi tower DMT yang berada di Jasri Kelod, Lingkungan Subagan, Karangasem. Dengan didampingi pihak DMT, pelapor melakukan pemeriksaan terhadap rak BTS. Hasilnya, satu unit UBBP dan lima unit SFP diketahui telah raib dari dalam box BBU.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke tower milik Protelindo yang juga berada di wilayah Jasri Kelod. Setelah mendapat pendampingan dari pihak terkait, petugas membuka rak BTS dan menemukan satu unit UBBP serta dua unit SFP telah hilang.
Dari dua lokasi tersebut, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp7,5 juta. Perangkat yang hilang terdiri dari dua unit UBBP dengan nilai sekitar Rp3 juta serta tujuh unit SFP senilai sekitar Rp3,5 juta.
“Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp7.500.000,” jelas Artono.
Polisi masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian tengah ditelusuri untuk mengungkap identitas pelaku. (tio/bfn)













