Molor, Pengerjaan Bedah Rumah Dampak Gempa Diperpanjang Hingga Akhir Juni

Foto: Kalaksa BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, hingga kini terus melanjutkan proses pengerjaan pembangunan rumah warga akibat bencana Alam Gempa Bumi 2021 di Desa Ban, Kecamatan Kubu dan Desa Pempatan Kecamatan Rendang.

Bantuan stimulan perbaikan rumah rusak berat itu, ditarget tuntas bulan Mei, tapi karena belum bisa diselesaikan pengerjannya diperpanjang hinga akhir Juni tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengakui molornya penyelsaian pengerjaan bantuan bedah rumah tersebut. “Ya pengerjaannya kami perpanjang hingga akhir Juni nanti,” ucap Arimbawa, dikonfirmasi, Minggu (4/6)

Arimbawa, mengatakan, dari sebanyak 292 unit rumah yang dibangun di Desa Ban Kubu dan Desa Pempatan Rendang, ada sejumlah rumah yang pembangunannya sudah mencapai 100 persen. “Beberapa rumah sudah tuntas pengerjaannya, yang belum pengerjaannya kami kebut agar bisa tuntas sesuai target,” katanya.

Lambatnya penyelesaian pengerjaan bedah rumah untuk warga yang terdampak gempa itu, kata Arimbawa, disebabkan proses pembangunannya terkendala pengangkutan bahan material akibat medan yang sulit menuju lokasi pembangunan. Bukan itu, kesulitan tukang juga menjadi penyebab molornya penyelesaian pengerjaan bedah rumah tersebut.

Sekadar diketahui, 292 unit rumah yang dibangun itu ada di rumah yang dibangun sebanyak 292 unit ada di 16 dusun di Desa Ban Kubu, yakni, Jatituhu 69 unit, Temakung 42 unitManikaji 50 unit, Daya 30 unit Cegi 14 unit, Bonyoh 3 unit Pengalusan 8 unit, Bunga 20 unit, Darmaji 20 unit, Dlundungan 3 unit, Belong 2 unit Pucang 5 unit , Teges 5 unit dan Dusun Waringin . Sisanya lagi empat dusun ada di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang. Keempat dusun itu, yakni Alas Ngandang 6 unit, Keladian 2 unit, Pemuteran 2 unit, dan Kubakal 2 unit. “Masing-masing bangunan rumah mendapatkan anggaran Rp 50 juta, Anggaran ini bersumber dari bantuan stimulan perbaikan rumah rusak berat BNPB,” pungkas Arimbawa. (tio/bfn)

Exit mobile version