Nataru BPTD Wilayah XII Bali Operasikan 24 Armada

nataru-bptd-wilayah-xii-bali-operasikan-24-armada
Foto: Kondisi terkini Pelabuhan Padangbai menjelang Natal dan Tahun Baru.
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Bali mengoperasikan 24 unit ferry yang akan melayani penyebrangan dari Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali, I Nyoman Sastrawan, mengungkapkan, Pelabuhan Padangbai memiliki 26 unit armada. Tetapi dari jumlah sebanyak itu dua unit diantaranya tidak bisa dioperasikan karena masih docking serta perbaikan yang diperkirakan baru selesai jelang Tahun Baru.

“Saat ini hingga mendekati tahun baru nanti baru 24 armada yang bisa dioperasikan. Dua armada yang ada masih dilakukan perbaikan,” terang Sastrawan, saat dikonfirmasi wartawan Rabu (13/12).

Dijelaskan , jenis kapal yang dioperasikan kapasitasnya beragam, melayani melayani penumpang ke Lembar, NTB. Trip penyeberangan per harinya masih sama dengan sebelumnya, yakni 13 trip, dengan proses bongkar muat selama 90 menit. Saat ini jumlah penumpang masih landai dan belum mengalami peningkatan yang signifikan.

“Arus penyeberangan masih normal. Kalau nanti ada lonjakan penumpang saat Nataru, trip penyeberangan sudah pasti akan kita tambah. Kami juga akan mempercepat bongkar muat jika penumpangnya melonjak. Awalnya 90 menit, bisa dipercepat menjadi 60 menit. Semua ini tergantung kondisi yang ada di lapangan nanti,” ucapnya

Sastrawan menambahkan, kendaraan bermuatan barang berat tujuan Padangbai- Lembar masih sepi. Kondisi ini disebabkan karena banyaknya tol laut baru menuju pelayaran ke Pelabuhan Lembar. Selain Ketapang, Banyuwangi, beberapa Pelabuhan yang ada di Surabaya juga membuka tol laut untuk penyeberangan ke Lembar.

“Kami berharap arus penyeberangan menjelang Nataru bisa berjalan lancar. Ombak di pantai tetap tenang, dermaga beroperasi semua, sehingga arus penyeberangan serta bongkar muat berjalan lancar. Selain ferry, kemungkinan penumpang menggunakan jasa fast boat,” pungkas Sastrawan. (tio/bfn)