Pariwisata Belum Pulih Kini Varian Omicron Datang Mengancam

Obyek wisata Pantai Pasir Putih Desa Bugbug, Karangasem.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian B.1.1.529 atau Omicron menjadi varian dalam perhatian atau variant of concern (VOC) sejak (26/11/2021) lalu. Varian hasil mutasi Covid-19 yang pertama kali muncul di daratan Afrika selatan ini, secara tidak langsung kembali menjadi momok mengancam pariwisata di Bali yang saat ini belum pulih.

Keadaan tersebut semakin membuat pariwisata yang merupakan salah satu sector yang banyak menyerap tenaga kerja ketar-ketir. Baru baru ini merebaknya varian baru Covid-19 itu membuat pemerintah RI melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno akan mengevaluasi daftar negara yang dapat melakukan kunjungan wisata ke Bali dan Kepulauan Riau. Hal itu berkaitan akan adanya penyesuaian terkait dengan kebijakan larangan pelesir dari wisatawan mancanegara atau kebijakan travel ban setelah sejumlah negara melaporkan terdeksinya mutasi virus corona itu.

Meski begitu, tidak lantas mengendorkan kepercayaan pelaku pariwisata akan bangkitnya kembali sector yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua PHRI dan Ketua IHGMA Kabupaten Karangasem  I Wayan Kariasa saat ditemui media ini pada Rabu(1/12/2021).

Menurutnya, kebutuhan masyarakat dunia akan perjalanan liburan terutama ke Bali sebagai salah satu tujuan destinasi masih tinggi. Selain itu digelarnya even-even dunia di Bali tahun depan juga menjadi salah satu acuan, bahwa dunia pariwisata bagi pulau dengan sebutan seribu pura ini masih bisa bangkit mesti membutuhkan waktu.

“Kita tidak bisa pungkiri dunia pariwisata kita mendapat cobaan yang bertubi-tubi. Belum selesai pandemic ini malah ada lagi varian baru, dimana sejumlah negara melakukan lockdown. Namun kita tidak  boleh putus harapan. Kami yakini pariwisata akan bangkit lagi mesti itu berproses. Yakinlah badai pasti berlalu,” ucapnya.

Kariasa menambahkan, yang terpenting saat ini adalah kewajiban bersama semua komponen untuk tetap menerapkan protocol kesehatan, seperti memakai masker. Karena kesehatan adalah hal yang paling utama yang harus dikedepankan. “Sambil berdoa dan berusaha agar pandemic segera berlalu. Karena bagaimanapun pariwisata juga sangat tergantung kondusifnya situasi luar negeri,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sejumlah negara seperti Arab Saudi, Jepang, Spanyol dan akan menyusul negara negara lainnya melakukan penguncian diri untuk meminimaslisir penyebaran mutasi virus corona deseas 19 varian B.1.1.529 atau Omicron agar tidak masuk ke negaranya.

Hal itu juga diperkuat peringatkan WHO, bahwa virus corona varian Omicron berisiko sangat tinggi dan bisa memicu lonjakan Covid-19 baru. Meski badan kesehatan dunia itu menyatakan,  saat ini memang masih banyak ketidakpastian terkait varian Omicron. Namun, bukti sejauh ini meningkatkan kemungkinan varian itu punya mutasi yang tidak terpengaruh respons sistem imun tubuh serta bisa memperkuat kemampuannya untuk menular secara cepat dan lebih ganas. (ger/bfn)

Exit mobile version