KARANGASEM, Balifactualnews.com—Cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, membuat I Nengah Simpen (40) bersama keluarganya terpaksa mebgungsi ke rumah kerabat. Hal itu dilakukan karena tembok rumah warga Banjar Dinas Ketug, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, ambrol terjang bongkahan tebing.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa dikonfirmasi, Selasa (4/7/2023), mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan assessment terhadap musibah yang terjadi Senin (3/7/2023) sore itu.
“Kami melakukan asesmen sekaligus menyerahkan bantuan logistik kepada korban. Musibah itu membuat korban menderita kerugian materiil senilai Rp 30 juta,” terang Arimbawa.
Selain tanah longsor, kata Arimbawa, banyaknya bencana yang terjadi sejak beberapa terakhir semuanya sudah bisa ditangani dengan baik. Menurut Arimbawa penanganan dampak bencana bisa dilakukan dengan cepat tidak terlepas dari kemampuan dan keikutsertaan masyarakat dalam melakukan evakuasi mandiri di wilayah masing-masing bila ada bencana.
“Masyarakat sudah semakin sadar dalam melakukan penanganan dampak bencana, tapi kami tetap memberikan edukasi dan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga dalam menghadapi bencana,” jelasnya.
Sebelumnya Kelian Banjar Dinas Ketug, I Nyoman Pasek menuturkan, rumah korban yang diterjang longsor baru selesai di bangunan. Dua tembok kamar tidur ambrol karena tak kuat bongkahan material longsor (batu) yang dengan diameter cukup besar.
“Korban dan keluarganya selamat. Saat musibah terjadi semua keluarga korban sedang metetulung ke rumah kerabat yang sedang mempunyai kegiatan upacara keagamaan. Saat korban belum berani tinggal di rumahnya dan memilih mengungsi untuk sementara ke rumah kerabat terdekat,” jelas Pasek. (ger/bfn)
