Santriwati Korban Longsor Diusulkan Santunan

santriwati-korban-longsor-diusulkan-santunan
Santriwati Korban Longsor Diusulkan Santunan

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, mengusulkan santriwati korban longsor di Pondok Pesantren At-Taqwim, Kampung Anyar, Desa Bukit, Kabupaten Karangasem untuk bisa mendapatkan santunan dari pemerintah.

Perihal usulan santunan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (5/12).

“Usulan santunan untuk korban meninggal dunia karena tertimbun longsor di Ponpes At-Taqwim pada Minggu (3/12) malam, segera kami ajukan ke BPBD Provinsi Bali,”ungkap Arimbawa.

Dikatakan, santriwati yang meninggal dunia bernama Mirafsul Aulia (17), asal Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Korban mengalami luka di bagian punggung, serta wajah dikarenakan dihantam senderan lapangan bola voli sepanjang 20 meter.

Sebelum kejadian, korban bersama dua santriwati lainnya, yakni Ulva Izzah (18), asal Lingkungan Jeruk Manis dan Siti Anisa (18) santri asal Lingkungan Penaban (Keduanya dari Kelurahan Karangasem), sedang mengumpulkan air cucuran hujan untuk keperluan mandi esek harinya. Petaka menimpa saat mereka sedang bersandar di tembok bangunan asrama wanita Ponpes At-Taqwim, senderan lapangan bola voli yang ada diatasnya longsor. Ketiga terimbun, Mirafsul Aulia dinyatakan meninggal dunia di tempat. Ulva Izzah mengalami luka-luka pada bagian kepala dan kaki kanan, sedangkan dan Siti Anisa, mengalami cedera pada kaki kiri. Keduanya masih menjalani perawatan di RSUD Karangasem, namun satu dari dua korban selamat ini dikabarkan akan segera masuk meja operasi.

“Kendati korban meninggal dunia berasal dari luar Kabupaten Karangasem, kami tetap memfasilitasi untuk diusulkan mendapat santunan dari pemerintah,” terang Arimbawa.
Besaran santunan yang diusulkan variatif. Korban yang meninggal diusulkan bisa mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta. Sedangkan korban yang mengalami cacat permanen diusulkan bisa mendapat santunan sebesar Rp20 juta.

“Tapi, untuk musibah yang kemarin, satu orang yang meninggal dunia, dua lainnya hanya mengalami luka-luka. Jadi untuk sementara waktu kami baru memfasilitasi usulan santunan pada korban yang meninggal dunia saja,” jelas Arimbawa, seraya menambahkan, bahwa usulan santunan untuk dua korban selamat yang masih dirawat di RSUD Karangasem, BPBD masih menunggu menunggu hasil pemeriksaan dari RSUD Karangasem. “Nanti surat keterangan dari RSUD kami akan lampirkan. Informasi yang kami dapatkan, satu tergolong luka berat dan segera menjalani operasi,” pungkasnya. (tio/bfn)

Exit mobile version