Simulasi Pemilu di TPS 18 Padangkerta, Pemilih Diberi Pengganti Uang Transport 

simulasi-pemilu-di-tps-18-padangkerta-pemilih-diberi-pengganti-uang-transport
KPU Karangasem melaksanakan simulasi pencoblosan Pemilu 2024 di TPS 18 Banjar Timbul, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem. 

KARANGASEM, Bali Factual News–Pencoblosan Pemilu 2024 tinggal menghitung hari. Di Karangasem Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat terus mangajak masyarakat datang ke TPS (tempat pemungutan suara) pada 14 April mendatang. Langkah itu dilakukan dalam upaya mendongkrak partisipasi pemilih datang ke TPS dan tidak golput. Memaksimalkan upayanya itu, KPU Karangasem juga menggelar simulasi pencoblosan kepada masyarakat pemilih.  

Menariknya, selain diberi baju kaos berlogo KPU, pemilih yang datang untuk menyalurkan hak suaranya dalam simulasi tersebut, juga diberi pengganti uang transport. Bukan itu saja, TPS 18 Banjar Timbul, Kelurahan Padangkerta yang dijadikan tempat simulasi juga dipercantik. Ini dilakukan  guna menarik partisipasi pemilih untuk datang. 

Sampai saat ini simulasi pencoblosan sudah dua kali dilakukan. Pertama dilaksanakan di Banjar Kertawarah, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang,  dan simulasi kedua dilaksanakan di TPS 18 Banjar Timbul, Kelurahan Padangkerta, Rabu (31/1/2024)

Ditemui di sela-sela  kegiatan simulasi, Ketua KPU Karangasem I Putu Darma Budiasa, mengatakan,  simulasi pencoblosan kepada pemilih kembali dilaksanakan, karena ada keluhan terkait surat suara pilpres yang hanya mencantumkan dua kolom. 

“Simulasi pertama ada protes, karena  surat suara Pilpres hanya memuat dua kolom saja. Sekarang, pada simulasi kedua, surat suara Pimples sudah diperbaiki menjadi empat kolom, ” kata Darma Budiasa. 

Simulasi pencoblosan di TPS 18 Banjar Timbul, Kelurahan Padangkerta, KPU Mentargetkan partisipasi masyarakat minimal 83 persen dari total jumlah pemilih sebanyak 259 orang pemilih. Rinciannya, sebanyak 116 merupakan pemilih laki – laki dan sebanyak 143 orang pemilih perempuan.

“Simulasi berjalan lancar dan aman. Kendalanya pemilih lansia banyak merasa  kesulitan untuk membuka surat suara dan melipat,  serta mencari pilihan yang akan dicoblos. Jumlah surat suara yang cukup banyak (terutama Pileg) juga membuat lansia kerepotan,” pungkas Darma Budiasa. (tio/bfn)

 

Exit mobile version