Sisi Lain Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih

*Tak Sekadar Jadi Berkah Jukir Musiman, Tukang Ojek Pun Ikut Kecipratan Rejeki

Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, tidak saja membawa berkah para pedagang. Para juru parkir (jukir) dan tukang ojek musiman pun ikut kecipratan rejeki.

Sejumlah tukang ojek  musiman  terlihat sedang  menaikan penumpang yang sudah usai  di Pura Besakih menuju terminal Kedungdung

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, akan mesineb, Kamis 7 April 2022. Seiring makin pendeknya waktu  Nyejer Ida Bhatara, pemedek yang akan  sembahyang ke juga terlihat semakin membludak.

Pemandangan ini sangat terasa sejak Sabtu (26/3/2022).  Kondisi serupa juga terjadi pada Selasa (29/3/2022),  antusias umat untuk sembahyang ke Pura yang berada di kawasan Giri Tohlangkir itu, sempat memunculkan kemacetan yang cukup panjang.

Padatnya  pemedek, menjadi kesempatan  juru parkir—kususnya  yang berada dilahan milik pribadi  mendapatkan berkah dibalik pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh itu. Kantung-kantung parkir  yang menggunakan lahan pribadi milik warga setempat tersebar di areal Pura Besakih, mulai dari pelataran Pura Gelap, hingga masuk ke kawasan Batu Madeg.

“Astungkara semuanya dilancarkan. Hasil yang kami dapatkan tak terlepas  dari paican Ida Bhatara,” ucap Made Dharma, pemilik lahan parkir pribadi di kawasan Pura Gelap.

Tarif parkir yang dia kenakan  untuk satu unit mobil sebesar Rp 10 ribu.  Dari luas lahan yang dimiliki, mobil yang tertampung bisa lebih dari 10 unit. Tapi kantung parkir yang dimiliki itu tidak pernah penuh, karena harus berbagi dengan pemilik lahan parkir lainnya. “Kami harus saling berbagi, agar dapur sama-sama bisa ngebul,” katanya.

Berkah Ida Bhatara Turun Kabeh memang melimpah di Pura Besakih, ojek payung dan pedagang canang juga laris manis. Bukan itu saja, ratusan tukang ojek  juga kecipratan rejeki selama Ida Bhatara nyejer.

Wayan Eka Nanda misalnya,  libur kerja (Sabtu-Minggu) dijadikan kesempatan untuk ngojek disela-sela aktivitas ngayah yang dia lakukan. Itu dilakukan  terpaksa dia lakukan, mengingat situasi ekonominya masih sulit ditengah pandemic Covid-19 merajam.

“Setiap libur kerja, kami sekeluarga nyari oprengan, ikut ngojek menjeput pemedek yang sedang jalan kaki dari parkiran Kedungdung,” jelasnya.

Dia menuturkan,  jasa tukang ojek untuk pemedek, tidak saja  dimonopoli warga Besakih,  bahkan warga dari luar Besakih juga ikut mencari peruntungan. Aktivitas ngojek  selama Ida Batara Turun Kabeh nyejer, dilakukan ratusan tukang ojek,  mulai dari parkir Kedungdung dan   areal parkir Pura Dalem Puri maupun Dauh Umah.

“Pemedek yang menggunakan jasa ojek,  ada yang saat menuju Pura Besakih.  Ada juga saat turun usai sembahyang. Sekali hantar tarifnya atara Rp 10 ribu  hingga Rp 15 ribu. Tergantung jarak tempuhnya sih,” terang pria dua anak  asal Selemadeg itu.

Lain halnya dengan Ketut Ardika, tukang ojek musiman ini mengaku, aktivitas dadakan yang dia lakukan itu bisa meraup penghasilan  hingga Rp 300 ribu per hari. Hasil itu dia dapatkan dalam kondisi pemdek ramai dan turun  ngojek mulai pukul 09.00 Wita hingga malam.

“Hasilnya tidak menentu,  semuanya tergantung ramainya pemedek yang sembahyang ke Pura Besakih. Berapa pun hasil yang didapatkan merupakah berkah dari Ida Bhatara,” pungkasnya. (paramitha)

Exit mobile version