SMPN 2 Singaraja Sosialisasi QR Code pada Tanaman dan Mural Tutup Botol Plastik Kepada Sekolah Imbas Adiwiyata

smpn-2-singaraja-sosialisasi-qr-code-pada-tanaman-dan-mural-tutup-botol-plastik-kepada-sekolah-imbas-adiwiyata
SMPN 2 Singaraja Sosialisasi QR Code pada Tanaman dan Mural Tutup Botol Plastik Kepada Sekolah Imbas Adiwiyata
banner 120x600

BULELENG, Balifactualnews.com – SMPN 2 Singaraja kini resmi menjadi sekolah pengimbas bagi SDN 1 dan 2 Banjar Tegal serta SDN 1 Banyuasri dalam persiapan mengikuti program Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui inovasi dan edukasi yang berkelanjutan. Langkah ini juga merupakan wujud komitmen dari SMPN 2 Singaraja yang sudah mendapat predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional untuk menuju predikat Adiwiyata Mandiri.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, SMPN 2 Singaraja mengadakan sosialisasi mengenai pengisian QR code pada tanaman dan pembuatan mural dari tutup botol plastik, bertempat di Ruang Aula SMP 2 Singaraja, pada Rabu (22/5/2025). Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni yang bernilai.

Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Singaraja, Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. “Pemanfaatan limbah plastik seperti tutup botol untuk dijadikan mural adalah salah satu cara inovatif untuk mengurangi sampah anorganik. Selain itu, penggunaan QR code pada tanaman dapat membantu siswa mengenal lebih dekat jenis-jenis tanaman yang ada di lingkungan sekolah,” ujar Drs. I Gede Ariyasa.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung oleh para peserta terhadap pemasangan QR barcode pada tanaman di sekitar halaman sekolah. Selain itu, mereka juga diajak melihat proses pembuatan mural yang menggunakan ribuan tutup botol plastik berwarna-warni, yang disusun menjadi gambar-gambar menarik dan edukatif.

Dengan program ini, diharapkan SDN 1 dan 2 Banjar Tegal serta SDN 1 Banyuasri dapat mengimplementasikan metode serupa di sekolah masing-masing, sehingga tercipta kesadaran lingkungan yang lebih luas dan mendalam di kalangan siswa dan warga sekolah.

Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, SMPN 2 Singaraja tidak hanya mendukung program Sekolah Adiwiyata, tetapi juga memberikan teladan bagaimana sekolah bisa berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. (tya/bfn)