Sopir Truk Dibakar Bos, Wapres Turun Tangan

sopir-truk-dibakar-bos-wapres-turun-tangan
I Nengah Ngenteg, orang tua I Gede Selamet, menerima kabar bantuan donasi Rp25 juta dari Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk biaya pengobatan keponakannya yang masih menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah Denpasar. Bantuan tersebut langsung ditransfer ke rekening rumah sakit.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kabar bantuan datang untuk I Gede Selamet (21), sopir truk asal Muncan yang menjadi korban pembakaran oleh bosnya sendiri, I Putu CP (37). Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan donasi Rp25 juta untuk membantu biaya perawatan korban yang mengalami luka bakar hingga 68 persen.

Selamet kini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah Denpasar. Bantuan dari Wapres tersebut telah masuk langsung ke rekening rumah sakit dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga maupun pemerintah desa.

Kepala Desa Muncan I Wayan Tunas mengatakan bantuan tersebut menjadi angin segar bagi keluarga korban. Pasalnya, biaya perawatan terus bertambah seiring tindakan medis yang harus dijalani korban.

“Tadi pagi kami dapat kabar bahwa Pak Wapres memberikan donasi untuk korban sebesar Rp25 juta,” kata Tunas, Kamis (24/9/2026).

Hingga Kamis sore, biaya pengobatan Selamet telah mencapai Rp88 juta. Korban juga sudah menjalani dua kali operasi. Sementara donasi yang terkumpul dari berbagai pihak di luar bantuan Wapres baru sekitar Rp35 juta.

“Sampai sore ini, biaya pengobatan korban mencapai Rp88 juta dan sudah menjalani dua kali operasi. Sedangkan donasi yang terkumpul hingga saat ini baru Rp35 juta di luar dari bantuan Wapres,” ujar Tunas.

Besarnya biaya pengobatan membuat keluarga masih membutuhkan dukungan. I Nengah Sridana, paman korban, mengatakan keluarga tidak memiliki kemampuan finansial untuk menanggung biaya perawatan yang diperkirakan masih akan terus membengkak.

Terlebih, BPJS milik korban disebut tidak dapat digunakan untuk menanggung biaya perawatan tersebut.

“Biayanya sangat tinggi, kemarin pagi tagihannya Rp71 juta tapi tadi siang sudah menjadi Rp88 juta, karena korban baru selesai menjalani operasi,” kata Sridana.

Menurut Sridana, Selamet diperkirakan masih membutuhkan perawatan setidaknya satu bulan sebelum diperbolehkan pulang. Dengan kondisi luka bakar yang mencapai 68 persen, kebutuhan biaya medis diperkirakan masih sangat besar.

Karena itu, keluarga berharap bantuan dari berbagai pihak terus mengalir untuk menopang biaya pengobatan korban.

“Harapan terbesar saya saat ini mewakili keluarga, ada pihak lain yang membantu kami untuk biaya pengobatan yang sangat besar ini. Karena kami benar-benar tidak sanggup, selain karena kami hanya bekerja seadanya juga tidak ada warisan atau barang yang bisa dijual untuk biaya pengobatan,” ungkap Sridana.

Ia bahkan khawatir kondisi keuangan keluarga membuat korban tidak dapat melanjutkan perawatan secara optimal.

“Saya tidak mau keponakan saya dipulangkan paksa karena tidak bisa bayar biaya pengobatan di rumah sakit,” tambahnya.

Di tengah kondisi kritis tersebut, keluarga mendapat sedikit harapan setelah Selamet mulai sadar pascaoperasi kedua. Sebelumnya, korban sempat tidak sadarkan diri.

Meski demikian, Selamet masih menjalani perawatan di ruang khusus karena luka bakar yang dideritanya cukup parah dan hampir mengenai seluruh tubuh.

Bagi keluarga, bantuan Rp25 juta dari Wapres menjadi salah satu penopang penting. Namun kebutuhan perawatan Selamet masih panjang dan dukungan biaya tetap sangat dibutuhkan. (tio/bfn)

Exit mobile version