Tiang dan Kabel ISP Semrawut, Diskominfo Karangasem Siapkan Penataan

tiang-dan-kabel-isp-semrawut-diskominfo-karangasem-siapkan-penataan
Kawasan simpang empat Subagan atau yang dikenal masyarakat sebagai kawasan Patung Kereta.

KARANGASEM, Balifactualnews.com –  Menjamurnya layanan internet di Kabupaten Karangasem ternyata turut memunculkan persoalan baru di ruang publik. Di sejumlah ruas jalan, keberadaan tiang dan kabel milik berbagai penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) tampak belum tertata dengan baik, bahkan dalam satu titik ditemukan belasan tiang berdiri berdekatan.

Salah satu kondisi yang cukup mencolok terlihat di kawasan simpang empat Subagan atau yang dikenal masyarakat sebagai kawasan Patung Kereta. Berdasarkan pantauan, sedikitnya terdapat sekitar 15 tiang provider yang berdiri dalam satu titik, belum termasuk tiang listrik milik PLN. Banyaknya tiang tersebut membuat kawasan itu terlihat padat dan kurang sedap dipandang.

Tak hanya jumlah tiang yang menjadi sorotan, sejumlah kabel juga terlihat saling bertumpuk dan menjuntai tanpa penataan yang rapi. Bahkan, beberapa tiang tampak berdiri dalam posisi kurang tegak sehingga memunculkan kekhawatiran warga.

“Banyak sekali tiangnya, bahkan ada yang posisinya miring. Kabelnya juga sangat semrawut,” ujar Marsan, salah seorang warga yang ditemui di lokasi, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, keberadaan kabel dan tiang yang tidak tertata tersebut bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga perlu mendapat perhatian sebelum menimbulkan persoalan di kemudian hari. Terlebih, jumlah provider yang terus berkembang dikhawatirkan akan membuat kondisi semakin padat apabila tidak disertai pengaturan yang jelas.

“Kalau terus bertambah dan tidak ditata, tentu bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, dari sisi pemandangan juga sangat tidak bagus karena kabelnya bertumpuk-tumpuk,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karangasem, Ida Nyoman Astawa, mengatakan saat ini terdapat 14 ISP yang telah terdaftar di Diskominfo Karangasem dan beroperasi untuk memenuhi kebutuhan layanan internet masyarakat.

Adapun ISP yang tercatat beroperasi tersebut antara lain Telkom, Biznet, Fiberstar, MyRepublic, TBG, Mitratel, Unicom, Iforte, LJN, JSN, Ion, Iconnet, PrimadonaNet dan Mconnect. Astawa juga tidak menutup kemungkinan masih terdapat provider lain yang belum masuk dalam pendataan, terutama provider yang baru beroperasi.

“Mungkin masih ada yang belum terdaftar yang baru-baru, nanti kami akan data kembali agar semuanya terdaftar,” kata Astawa.

Terkait kondisi tiang dan kabel provider yang masih terlihat semrawut di sejumlah lokasi, Astawa mengaku pihaknya telah beberapa kali mengingatkan seluruh penyedia layanan internet agar melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap jaringan yang dimiliki.

Diskominfo, kata dia, meminta setiap provider segera melakukan perbaikan apabila ditemukan kabel atau tiang dalam kondisi rusak, miring maupun berpotensi membahayakan masyarakat. Provider juga diminta tidak membiarkan jaringan mereka mengganggu fasilitas umum.

“Kami sudah wanti-wanti pemilik provider, jika ada kabel atau tiang yang rusak atau membahayakan agar segera diperbaiki sehingga tidak menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.

Astawa menambahkan, pihaknya juga mendorong agar penempatan tiang provider baru dapat lebih terkoordinasi. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebagai instansi yang berkaitan dengan kewenangan perizinan pemasangan tiang, memperhatikan titik pemasangan agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.

Menurutnya, penentuan lokasi pemasangan perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pertumbuhan jaringan internet di Karangasem tetap dapat berjalan tanpa menambah kesan semrawut di ruang publik.

“Kami akui belum maksimal sehingga masih terlihat semrawut di sejumlah titik, tapi kami akan upayakan untuk terus melakukan perbaikan sehingga nantinya kabel maupun tiang terlihat lebih rapi,” ucap Astawa.

Ke depan, penataan infrastruktur jaringan internet diharapkan dapat menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan seluruh provider. Selain mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang semakin meningkat, keberadaan jaringan tersebut juga diharapkan tetap memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan serta keindahan lingkungan. (bfn)

Exit mobile version