WC Pura Gumang Dirusak, Krama Bugbug Lapor Polisi

Purwa Arsana: Ini Melukai Pengorbanan dan Harga Diri Desa

wc-pura-gumang-dirusak-krama-bugbug-lapor-polisi
Ratusan krama Desa Adat Bugbug memadati Gapura Pura Gumang di Bukit Sanghyang Ambu sebelum bergerak menuju Polres Karangasem. Mereka mengawal pelaporan dugaan pengrusakan fasilitas umum yang dibangun secara gotong royong untuk kepentingan pemedek dan masyarakat.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Ratusan krama Desa Adat Bugbug menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan pengrusakan fasilitas umum di kawasan Pura Gumang. Minggu (7/6) mereka mendatangi Polres Karangasem untuk mengawal langsung proses pelaporan atas pembongkaran dan perusakan bangunan WC khusus untuk Sulinggih dan bangunan WC untuk pemedek (masyarakat ) yang melakukan persembahyangan di pura tersebut.

Kedatangan krama adat bukan semata-mata memperjuangkan bangunan fisik yang rusak. Bagi masyarakat Bugbug, fasilitas itu merupakan simbol gotong royong, pengabdian, dan kebersamaan yang dibangun melalui perjuangan panjang seluruh krama desa.

Kelian Desa Adat Bugbug, Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana, membenarkan laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar para Sulinggih, masyarakat dan pemedek yang tangkil ke Pura Gumang. Pembangunannya dilakukan secara swadaya melalui tenaga, pikiran, waktu, serta punia yang dihimpun dari krama.

“WC itu bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada semangat ngayah, ada pengorbanan krama yang bertahun-tahun bekerja bersama demi memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat dan pemedek. Ketika fasilitas itu dirusak, yang terluka bukan hanya bangunannya, tetapi juga hati dan pengabdian ribuan krama yang ikut membangunnya,” tegas Jro Nyoman

Purwa Ngurah Arsana dikonfirmasi usai pelaporan kasus perusakan tersebut ke Polres Karangasem. Menurutnya, tindakan perusakan terhadap fasilitas umum tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Apalagi lokasi kejadian berada di kawasan Pura Gumang yang memiliki nilai kesucian dan kehormatan bagi umat Hindu.

Ia mengingatkan bahwa seluruh kawasan pura beserta fasilitas penunjangnya telah melalui prosesi Ngenteg Linggih pada tahun 2021 sebagai simbol penyucian dan pengukuhan fungsi sakral kawasan tersebut.

“Pura Gumang adalah kawasan suci. Fasilitas penunjang yang ada di dalamnya dibangun untuk mendukung pelaksanaan yadnya dan pelayanan kepada umat. Karena itu, tindakan yang merusak fasilitas di kawasan ini juga menyentuh aspek moral dan penghormatan terhadap kesucian pura,” ujarnya.

Jro Purwa menambahkan, pelaporan yang dilakukan ke kepolisian merupakan langkah hukum yang ditempuh agar persoalan tersebut mendapat kepastian dan penyelesaian yang adil. Ia berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Kami percaya aparat akan bekerja sesuai aturan. Harapan kami sederhana, kebenaran dapat terungkap dan pihak yang melakukan perusakan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. Ini penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” katanya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan suci, menghormati fasilitas umum, dan menghargai hasil perjuangan masyarakat yang dibangun melalui semangat kebersamaan.

“Apa yang dibangun dengan gotong royong seharusnya dijaga bersama. Jangan sampai pengorbanan krama yang sudah tulus ngayah justru berakhir dengan tindakan yang merusak persatuan dan rasa hormat terhadap warisan yang dibangun demi kepentingan umat,” pungkasnya.

Kasus ini kini dalam penanganan Polres Karangasem. Sementara itu, masyarakat Bugbug berharap proses hukum dapat berjalan secara adil sekaligus menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjaga fasilitas umum dan menghormati kawasan suci yang menjadi milik bersama.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono membenarkan adanya laporan tersebut. Artono menuturkan, ada dua laporan yang diterima polisi dari kedua kelompok krama Bugbug. ”Sama-sama membawa massa dari kedua kelompok,” kata Artono saat dikonfirmasi.(tio/bfn)