Utama  

10 Orang Warga Lingkungan Jasri Jalani Isolasi Mandiri

I Gede Darmawa (kiri) menyerahkan bantuan paket sembako kepada 3 KK warga  Lingkungan  Jasri,  Kelurahan Subagan Karangasem yang menjalani isolasi mandiri. Bantuan paket sembako itu diterima Bendesa Adat Jasri I Made Putra Ayusta. (foto: paramitha)

KARANGASEM Balifactualnews.com — Sebanyak 10 orang warga dari Lingkungan Jasri, Desa Adat Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, berkaitan hasil tracking kasus positif Covid-19 yang ada di Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta.

Ketua Satgas Gotong Royong Penangan Covid 19, Desa Adat Jasri, I Made Putra Ayusta,  Minggu (3/4/20), mengatakan,  10 orang  (3 KK) warganya yang menjalani isolasi mandiri tersebut, sebelumnya sempat melakukan kontak erat dengan warga postitif Covid-19 di Lingkungan Padangkerta.

“Rapid test hari pertama sudah dilakukan, hasilnya non reaktif covid-19.  Rapid test berikutnya akan dilakukan 10 hari setelah rapid hari pertama yang dilaksanakan Dinas Kesehatan di Lingkungan Padangkerta Kaler,” jelas  Putra Ayusta.

Dijelaskan, selama menjalani isolasi mandiri, Satgas Gotong Royong melakukan pengawasan cukup ketat.  Terkait kebutuhan pokok (sembako)  terhadap 3 KK warga  itu, kata Putra Ayusta, Satgas Gotong Royong yang dipimpinnya, sudah menyalurkan paket  sembako yang bersumber dari bantuan relawan.

“Ya, bantuan  sembako untuk warga yang menjalani isolasi sudah disalurkan, kita berharap ada bantuan dari pihak lain, isolasi  14 hari merupakan waktu yang lumayan panjang, artinya dengan bantuan yang ada sekarang jelas itu belum mencukupi,” ucap Putra Ayusta.

Di pihak lain, mendengar ada warga Jasri yang menjalani isolasi mandiri, I Gede Darmawa,  langsung  turun  membawa 7 paket  bantuan sembako ke Posko Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19, Desa Adat Jasri, Jumat (1/5/20).

Bantuan diterima Ketua Satgas  I Made Putra Ayusta dan prajuru adat lainnya. selain menyerahkan bantuan sembako pribadinya,  pejabat Provinsi Bali asal Banjar Rubaya, Desa Tulamben Kubu, itu juga menyerahkan bantuan 2 kotak masker  untuk prajuru dan masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini bagian empati saya kepada masyarakat Karangasem, khususnya warga yang terdampak Covid-19. Jangan dilihat berapa besar bantuan yang didapatkan, tapi apa yang kami lakukan ini berangkat dari niat tulus dan mengedepankan rasa kemanusian sesama semeton Karangasem,” ucap Darmawa.

Sebagai Ketua Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 di Karangasem, Darmawa mengaku sangat mengapresiasi kinerja  Satgas Gotong Royong Desa Adat Jasri dalam melakukan pencegahan dan penanganan wabah Virus Corona yang ada di desa.

“Ini patut diapresiasi, saya juga salut  dengan kebijakan Prajuru Desa Adat Jasri  dalam memberikan sanksi sosial bagi warga  yang tidak menggunakan masker,” tandas Darmawa. (tio/son/bfn)