15 Peserta Ikuti Festival Kuliner Bali DPC PDIP Karangasem

LOLOH KAYU MANIS-Ketua DPC PDIP Karangasem I Gede Dana (tengah) mencicipi loloh kayu manis  hasil olahan peserta dari Kecamatan Kubu (foto: Komang G)

KARANGASEM Balifactualnews.com —Sebanyak 15 peserta mengikuti festival  kuliner  Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Karangasem di Taman Budaya Candra Bhuana, Karangasem,   Minggu (23/2/20). Para peserta tersebut  merupakan perwakilan dari   Partai Anak Cabang (PAC) dari masing-masing kecamatan. Kecuali Rendang  semua PAC mengirimkan dua peserta untuk mengikuti festival serangkaian Hut PDI Perjuangan  ke-47  yang serentak dilaksanakan di seluruh Bali itu.

Ketua panitia festival, I Nengah Supartha, mengatakan,   dalam festival tersebut pihaknya melibatkan 5  orang juri  dari organisasi ICA (Indonesia Chef Asosiasi ).  “Penilaian diyakini akan berlangsung ketat, karena tim jurinya dari kalangan profesional,” ucap Supartha.

Supartha menegaskan, untuk Karangasem, para peserta diwajibkan untuk membuat olahan yang menjadi ciri khas kuliner Karangasem, seperti Blayag dan jenis kuliner lainnya, serta minuman yang juga khas Karangasem. “Kenapa kita kedepankan kuliner khas  Karangasem, selain untuk memperkenalkan kepada publik, juga untuk menjaga kekhasan  kuliner yang kita miliki,” ucap Supartha.

Baca : Gede Dana Datang Peserta Kuliner Rebutan Selfie

: Kecamatan Selat Raih Best of The Best, Kecamatan Abang Terbaik

Sementara itu,  ketua tim juri, Wayan Eka Saputra mengatakan,  ada sembilan pokok bahan dasar yang digunakan peserta untuk dijadikan olahan kuliner khas Karangasem,  Sembilan bahan dasar itu, yakni, ikan laut, sarang lebah, daging ayam,  kacang panjang  dan lainnya.

“Sembilan bahan dasar ini akan diolah tergantung selera peserta. Intinya, penilaian tidak hanya sebatas rasa dan kecepatan, namun bagaimana  cara peserta  menyajikan kuliner yang dikerjakan itu,” ucap Eka Saputra.

Pantauan di lapangan, menyebutkan,  sebagian besar  membuat kuliner berupa Blayag, salah satu kuliner khas Karangasem.  Tak jauh beda, minuman khas yang disajikan juga hampir sebagian besar menggunakan bahan dasar arak.  Tapi yang menarik, peserta dari Juuk Legi menyuguhkan minuman yang diberi nama serbet (minuman mirip rujak). Minuman khas warga Juuk Legi, Desa Duda Timur, Selat,  Karangasem,  menjadi satu-satunya pembeda dalam festival kuliner tersebut.

“Kita berharap dari 9 dasar olahan itu, para peserta mampu melahirkan hasil olahan kuliner khas Karangasem,” tandas Eka.

Sekadar diketahui Selama festival berlangsung, peserta dan pengunjung dihibur dengan suguhan lagu pop Bali dan  lagu dangdut yang didatangkan dari Denpasar.   Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana,  juga sempat melihat dengan seksama  cara pesert membuat  kuliner khas Karangasem itu.  Hingga berita ini ditayangkan, festival masih berlangsung  dan para peserta masih sibuk membuat  olahan agar bisa menjadi pemenang dalam festival yang memperebutkan  total hadiah  Rp 15 juta itu. (ger)