Utama  

2 pelaku Perjalanan dan 1 PMI di Kecamatan Kubu Positif Covid-19


KARANGASEM Balifactualnews.com—Dua orang pelaku perjalanan  dan seorang PMI di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, terkonfirmasi positif terpapar SASR CoV2 (Covid-19).

Koordinator Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Karangasem, dr I Gusti Bagus Putra, Senin (4/5/20), menyebutkan   dua orang pelaku  perjalanan asal Desa Kubu dan 1 orang PMI asal Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu tersebut positif  terpapar Virus Corona  transmisi luar.

“Test Swab ketiganya  positif Covid-19. Sekarang sudah di rujuk ke Bapelkes Denpasar,” jelasnya.

Sebelumnya, lanjut dokter I Gusti Bagus Putra Pertama,  dua pelaku perjalanan  asal Desa Kubu dan dan seorang PMI asal Baturinggit sudah melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selama isolasi mereka juga mendapatkan pengawasan dari Satgas Kecamatan dan Satgas yang ada di desa,” terangnya

Semakin bertambahnya kasus positif yang ada, sampai saat ini Karangasem memiliki kumulatif kasus positif Covid-19 sebanyak 20 orang . Dari jumlah itu tujuh orang diantaranya dinyatakan sudah sembuh.

“Dua  kasus positif pelaku perjalanan yang ada di Desa Kubu, tidak ada kaitannya dengan kasus positif transmisi lokal menimpa anak usia 4,5 tahun,  yang  sempat melakukan kontak erat dengan pasien positif pertama di Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta,” terang pria yang juga selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem itu.

Penambahan pasien positif Covid-19 di Karangasem, juga dibarengi dengan jumlah orang tanpa gejala (OTG). Sampai saat ini angka OTG di gumi tanah aron itu berjumlah 401 orang. Membengkaknya angka OTG tersebut  merupakan hasil tracking kontak erat yang terjadi di Lingkungan Padangkerta Kaler, Bebandem dan Kubu, sebanyak 39 orang.

Meningkatnya jumlah kasus orang tanpa gejala (OTG) di Karangasem, membuat pihak Gugus Tugas semakin gencar mengeluarkan himbauan kepada masyarakat, bahwa memutus mata rantai penyebaran Virus Corona tersebut  diperlukan keseriusan masyarakat dalam  meningkatkan kedisiplinan, terutama selalu menggunakan masker saat berada di  tempat terbuka.

“Penggunaan masker  memiliki dua fungsi, pertama bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/ droplex akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain,” jelasnya.  (ger/son/bfn)