4 Bayi Terlantar Diserahkan ke Calon Orang Tua Angkat

banner 120x600

________________________________________________________________________________

DENPASAR – Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, menyerahkan 4 bayi terlantar kepada empat pasang suami istri calon orang tua angkat bertempat di Yayasan Metta Mama & Maggha, Denpasar, Kamis (11/4/2019). Sebelumnya keempat bayi ini sebelumnya dirawat yayasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dewa Mahendra mengapresiasi atas misi sosial yayasan Metta. Dia berharap, agar yayasan ini tidak disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu.

“Saya harap yayasan ini terus mengembangkan misi sosial yang positif seperti ini, karena diluar sana masih banyak anak-anak kita yang ditelantarkan atau bahkan dibuang begitu saja oleh orang tuanya, itu yang harus menjadi perhatian kita semua karena sesuai dengan amanat UU anak-anak harus dilindungi dan anak-anak yang terlantar harus mendapat perlindungan dari Negara,” ujarnya.

Di sela-sela penyerahan 4 bayi itu, Dewa Mahendra juga menyampaikan terimakasih kepada para calon orang tua angkat, yang berkesempatan untuk mengasuh anak-anak terlantar ini.

“Saya berharap para calon orang tua angkat dapat memberikan kasih sayang yang tulus seperti anak kandung sendiri dan membangun ikatan batin pada anak-anak ini. Tidak hanya sekedar mengurus mereka, tapi sata harapkan Bapak/Ibu juga perlu membangun ikatan batin antara orang tua dan anak sehingga mereka merasa nyaman dan benar-benar merasakan kasih sayang orang tua yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Metta Mama & Maggha Vivi Monata Sandra Tendean menyampaikan terimakasih atas kepedulian dan dukungan yang telah diberikan selama ini oleh Pemerintah Provinsi Bali khususnya Dinas Sosial Provinsi Bali.

Lebih lanjut, Vivi Monata menyatakan bahwa proses pemilihan calon orang tua angkat ini dilakukan melalui proses administrasi yang sangat ketat, diantaranya memenuhi beberapa syarat yaitu tes psikologi, tes psikopat, tes HIV/AIDS dan beberapa macam tes bagi para orang tua, selain itu juga dilakukan tahap bonding atau pendekatan antara anak dan orang tua. (ibu/tio)