BULELENG, Balifactualnews.com – Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG resmi memberikan bantuan 5 traktor gratis dan bantuan dana sebesar 1 Miliar untuk rehab irigasi tersier kepada kelompok Subak yang secara langsung diterima di Kantor Bupati Buleleng, pada Jumat (17/04/2026).
Bupati Sutjidra menegaskan dedikasinya untuk terus memfokuskan perhatiannya terhadap perbaikan sektor pertanian di Buleleng. “Selain bantuan traktor dan perbaikan saluran irigasi, tahun ini kami akan merehabilitasi 40 saluran irigasi pula agar nantinya subak-subak yang memerlukan air tidak akan kekurangan lagi. Kami berharap produksi dari masing-masing subak sawah ini bisa meningkat sehingga kemandirian pangan di Kabupaten Buleleng dapat kita capai. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meringankan beban para petani.” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Gede Melandrat selaku Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah sebagai ujung tombak yang telah merealisasikan pemberian bantuan traktor ini kepada para petani di Kabupaten Buleleng. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat mengurangi biaya tenaga kerja dan meminimalisir kebocoran saluran irigasi. “Kami berharap bantuan ini dapat mempermudah para petani di tengah kendala keterbatasan tenaga kerja. Nanti setiap kelompok subak diharapkan dapat mempertanggung jawabkan penggunaan bantuan yang telah diberikan.” Ujarnya.
Salah satu perwakilan kelompok dari subak-subak tersebut, Made Arina menyambut baik d an bersyukur atas bantuan ini. Bantuan ini tentu akan membantu pengolahan tanah sehingga dapat meningkatkan hasil dari produksi pertanian. “Sebelumnya sebagian dari kami sudah menggunakan traktor namun alatnya masih terbatas. Dengan adanya bantuan traktor ini, biaya pengelolaan tanah bisa ditekan dan pada akhirnya bisa untuk meningkatkan hasil dari para petani,” ucapnya.
Untuk diketahui adapun lima kelompok subak penerima bantuan traktor tersebut meliputi Subak Yeh Lembu di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan; Subak Menagung di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar; Subak Rangdu di Desa Rangdu, Kecamatan Seririt; Subak Anyar Petemon di Desa Petemon, Kecamatan Seririt; serta Subak Bengkel di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
Selain bantuan alsintan, pemerintah juga mengalokasikan program pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebanyak 10 unit kegiatan. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan distribusi air irigasi ke lahan pertanian, sehingga mendukung peningkatan produktivitas petani.
Pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan melalui peningkatan saluran dari tanah menjadi konstruksi permanen seperti pasangan batu atau beton, serta rehabilitasi jaringan yang rusak agar kembali berfungsi secara optimal. Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif kelompok tani atau subak melalui pola padat karya.
Setiap unit kegiatan irigasi tersier mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp100 juta. Program ini dilaksanakan dengan memperhatikan lokasi prioritas di Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) serta luas dampak terhadap lahan pertanian.
Sepuluh subak penerima program irigasi tersebut antara lain Subak Lebah Mantung (Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng), Subak Lapang Bedauh (Desa Panji, Kecamatan Sukasada), Subak Dalem dan Subak Bongkang (Desa Bungkulan dan Menyali, Kecamatan Sawan), hingga Subak Kekeran di Kecamatan Busungbiu. (tya/bfn)













