KARANGASEM, Balifactualnews.com – Atlet judo Karangasem kembali mampu menyumbangkan medali untuk kontingen Bali pada PON XII Aceh, Kamis (12/9). Kali ini sumbangan satu keping perak dari cabang judo ditorehkan I Gede Agastya Darma Wardana yang bertarung di kelas 100 kg putra.
Pejudo peraih medali perunggu untuk Indonesia di ajang Sea Games Kamboja tahun lalu itu, gagal merebut emas setelah mengalami cedera lutut di partai pamungkas.
Pelatih judo Karangasem yang sekaligus pelatih Bali, Ni Wayan Adi Antari, saat dikonfirmasi, menuturkan kalau anak asuhannya, I Gede Agastya Darma Wardana mengalami cedera lutut saat perebutan medali emas. “Agas mengalami cedera lutut sebelah kanan, sekarang sudah dilarikan ke RS untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tim medis,” ucapnya.
Cedera lutut yang dialami Agastya, kata Adi Antari, ketika masuk teknik kakinya terlilit dan salah posisi pas jatuh. Andai saja tidak mengalami cedera, tak menutup kemungkinan Agastya mampu merebut medali emas dari pejudo Rafi Fadilah asal Jawa Barat.
“Perjuangan Agastya sangat luar biasa. Walaupun dengan posisi lutut cedera, dia masih terus berjuang agar bisa memperjuangkan sekeping medali emas dari cabang judo untuk Bali,”ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan, Ketua KONI Karangasem, I Gede Suadi. Pejudo asal Bebandem, Karangasem, itu gagal meraih medali emas, setelah mengalami cedera lutut saat partai final.
“Ya, dia cedera lutut kanan, sehingga gagal meraih emas dan hanya mampu mendulang medali perak. Kendati demikian, kami tetap apresiasi perjuangannya mampu meraih medali di PON tahun ini,” kata Suadi.
Sebelumnya, pejudo Karangasem, Ni Komang Sri Witari menyumbang medali perak setelah kalah saat berhadapan dengan pejudo Dinny Apriani asal (Banten) ketika turun di kelas 57 kg. Hasil yang ditorehkan oleh anak asuhannya itu, hasil yang sangat membanggakan. Pasalnya, ajang ini merupakan PON pertama yang diikuti oleh Sri Witari, dengan menjalani training center (TC) yang hanya dijalani selama dua bulan di Denpasar.
“Medali perak yang diraih ini, sudah bagus jika dibandingkan dengan lawan-lawannya yang sudah TC dari bulan Januari bahkan TC mereka di Jepang dan Korea. Terlebih lagi lawannya ini, merupakan atlet Pelatnas Indonesia. Jadi, hasil sudah sangat istimewa dan membanggakan bagi kami,” kata Antari. (tio/bfn).













