Dewan Karangasem Usulkan Tambahan Target PAD Rp 17 Miliar dalam Rancangan KUA-PPAS 2026

dewan-karangasem-usulkan-tambahan-target-pad-rp-17-miliar-dalam-rancangan-kua-ppas-2026
DPRD Karangasem targetkan PAD sebesar Rp 17 miliar dalam pembahasan Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026. Rapat pembahasan rancangan tersebut digelar pada Rabu(3/9/2025).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Karangasem mendorong adanya peningkatan target Pendapatan Asli Daerah(PAD) sebesar Rp 17 miliar dalam pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. Rapat pembahasan rancangan tersebut digelar pada Rabu(3/9/2025).

Namun, hingga rapat berakhir, belum tercapai kesepakatan antara Badan Anggaran(Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Karangasem, Ketut Sedana Merta, terkait usulan peningkatan target PAD tersebut.

Berdasarkan data yang tercantum dalam rancangan KUA-PPAS 2026, target PAD dipatok sebesar Rp 494.185.640.999. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar Rp 37.895.808.521 atau 8,31 persen dibandingkan dengan target PAD dalam APBD Induk 2025 yang sebesar Rp 456.289.832.412.

Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika yang memimpin rapat tersebut menyampaikan, bahwa usulan tambahan target PAD sebesar Rp 17 miliar masih bersifat sementara dan akan dikaji lebih lanjut secara detail.

“Itu masih sebatas usulan. Tentu kami akan menghitung kembali secara rinci bersama TAPD. Kami juga tidak bisa memaksakan kehendak karena ini merupakan keputusan bersama,” ujar Suastika.

Ia juga mengakui bahwa peningkatan target PAD dari APBD Induk 2025 ke rancangan 2026 memang sudah cukup signifikan, yakni sekitar Rp 37 miliar. Namun, dengan adanya regulasi baru seperti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8, DPRD ingin mengevaluasi apakah masih ada ruang untuk meningkatkan PAD lebih lanjut.

“Kami sedang mencari kemungkinan, apakah masih ada sektor yang potensial untuk mendongkrak PAD. Tambahan Rp 17 miliar itu masih dalam bentuk usulan, keputusan finalnya akan ditentukan pada rapat lanjutan besok,” pungkas Suastika. (ger/bfn)