Meru Pedharman Sira Arya Gajah Para Terbakar Disambar Petir

meru-pedharman-sira-arya-gajah-para-terbakar-disambar-petir
Bangunan Meru Tumpang 9 di Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, hangus terbakar setelah disambar petir, Minggu (11/1).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Bangunan Meru Tumpang 9 di Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, hangus terbakar setelah disambar petir, Minggu (11/1). Peristiwa itu terjadi saat hujan disertai kilat mengguyur kawasan Besakih.
Bangunan setinggi sekitar 18 meter tersebut masih dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 90 persen. Api melalap bagian atap berbahan ijuk serta kerangka kayu bangunan. Sementara pondasi dilaporkan tetap utuh.

Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para, Bretara Sira Arya Getas I Ketut Suadnyana, mengatakan kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 Wita. Ia memastikan peristiwa tersebut murni disebabkan faktor alam.

“Bangunan meru yang terbakar masih dalam tahap pembangunan, progresnya sudah 90 persen. Saat kejadian turun hujan dan ada petir yang menyambar bangunan. Tidak ada faktor lain, ini murni musibah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).

Meski tidak merinci nilai kerugian, Suadnyana memperkirakan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah, mengingat ukuran dan struktur bangunan yang cukup besar.

Pasca musibah tersebut, pihak pengurus memastikan pembangunan Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para tetap berlanjut. Bangunan meru yang terbakar akan diganti dengan bahan-bahan baru.

“Musibah ini tidak membuat kami surut. Pesemetonan justru tetap semangat untuk mewujudkan pura ini. Bangunan meru yang terbakar akan kami ganti dengan bahan baru,” tegasnya.

Saat ini, pihak pengurus tengah berkoordinasi untuk pembersihan material yang terbakar serta pelaksanaan ritual pecaruan. Suadnyana menegaskan, insiden tersebut tidak menyurutkan tekad pengurus dan panitia pembangunan dalam merintis keberadaan Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para di kawasan Pura Besakih. “Pada intinya, proses pembangunan pura akan tetap berlanjut,” tandasnya. (tio/bfn)