Jejak Sunyi di Jembatan Batang

Pulang Kampung Sehari, Perempuan Muda Itu Pergi untuk Selamanya

jejak-sunyi-di-jembatan-batang
korban bunuh diri NKRPN (27), di jembatan Batang Desa Labasari, Abang-Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Malam di Jembatan Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, biasanya hanya diisi semilir angin dan suara kendaraan yang sesekali melintas. Namun Rabu (29/4/2026) malam itu, suasana berubah menjadi duka yang membekas bagi sebuah keluarga.

Di trotoar jembatan itu, sepasang sandal tergeletak tanpa pemilik. Tak jauh dari sana, sebuah sepeda motor terparkir sunyi di tepi jalan. Pemandangan itulah yang pertama kali dilihat keluarga NKRPN (27), sebelum kenyataan pahit menghantam mereka.

Saat menengok ke dasar jembatan, perempuan muda yang baru sehari pulang dari Gianyar itu sudah terbaring tak bernyawa.

Tak ada yang menyangka malam itu akan menjadi perjumpaan terakhir keluarga dengan NKRPN. Sebelumnya, ia hanya berpamitan sederhana: membeli es.

Ia berangkat bersama adiknya menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan menuju kawasan Jembatan Batang, gelagatnya mendadak berubah. Di tengah perjalanan, ia menghentikan laju kendaraan dan diduga hendak melompat.

Sang adik sigap menahan. Dengan bujukan dan upaya menenangkan, ia berhasil mengajak kakaknya pulang.

Namun, setibanya di depan gang rumah, NKRPN meminta adiknya turun sebentar dengan alasan ada hal yang ingin dibicarakan. Tak lama setelah sang adik turun, perempuan itu justru langsung mengambil alih kendali motor dan melaju kembali ke arah jembatan.

Kecurigaan seketika muncul. Sang adik berlari masuk rumah memberi tahu ayahnya. Keduanya segera menuju Jembatan Batang.

Harapan agar semuanya hanya kesalahpahaman pupus seketika ketika mereka menemukan kendaraan korban terparkir di tepi jalan dan sandal yang tertinggal di trotoar.

Di bawah sana, tubuh NKRPN telah terbujur diam. Warga yang datang bersama keluarga dan aparat kepolisian langsung melakukan evakuasi. Korban ditemukan dengan luka berat di bagian kepala belakang, disertai pendarahan dari hidung dan telinga.

Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Sosiawan mengatakan pihaknya masih menyelidiki motif di balik peristiwa tersebut. Hingga kini, keluarga belum mampu memberikan keterangan lebih jauh karena masih terpukul.

“Korban dikenal tertutup. Orang tuanya juga masih syok, sehingga kami belum bisa menggali keterangan lebih detail,” ujarnya, Kamis (30/4).

Korban diketahui selama ini bekerja di Gianyar dan baru sehari pulang ke kampung halamannya. Kepulangannya yang seharusnya menjadi momen berkumpul bersama keluarga justru berubah menjadi duka mendalam.

Pihak keluarga telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Meski demikian, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap latar belakang peristiwa tragis tersebut.

Kini, Jembatan Batang kembali sunyi. Namun bagi keluarga yang ditinggalkan, malam itu akan terus menjadi jejak kelam yang sulit terhapuskan. (tio/bfn)