KARANGASEM, Balifactualnews.com — Kerusakan saluran irigasi akibat banjir di Subak Lipang, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata. Usai menghadiri peresmian program TMMD ke-128 di Desa Pempatan, bwberapa waktu lalu, Bupati turun langsung meninjau kondisi lapangan yang menjadi tumpuan pengairan bagi petani setempat.
Di lokasi, Bupati melihat secara langsung kerusakan saluran irigasi yang selama ini mengairi sekitar 13 hektare lahan pertanian. Kondisi tersebut dinilai sangat krusial karena berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat.
Sebagai langkah cepat, pemerintah daerah akan melakukan penanganan darurat agar aliran air tetap bisa dimanfaatkan petani. Salah satunya melalui pemasangan gronjong di sejumlah titik rawan.
“Saya sudah perintahkan penanganan darurat dengan pemasangan sekitar 20 titik gronjong agar aliran air tetap berjalan dan bisa dimanfaatkan petani,” tegasnya.
Tak hanya itu, untuk solusi jangka panjang, Pemkab Karangasem juga akan mengusulkan pembangunan bendungan permanen di kawasan tersebut. Upaya ini dinilai penting guna memastikan keberlanjutan sistem irigasi yang lebih kuat dan tahan terhadap bencana.
Menurut Bupati, keberadaan saluran irigasi ini sangat vital mengingat potensi hasil produksi di wilayah tersebut cukup tinggi, yakni rata-rata mencapai 7,2 ton gabah kering panen per hektare setiap enam bulan.
“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi menyangkut keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani. Karena itu, irigasi ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya petani, agar mendapatkan perhatian dan penanganan yang maksimal.
“Saya akan terus kawal, memastikan kebutuhan masyarakat, terutama petani, benar-benar mendapat penanganan serius,” tandasnya. (tio/bfn)













