KARANGASEM, Balifactualnews.com — DPRD Karangasem tak ingin sekadar jadi penonton. Ketua DPRD, I Wayan Suastika, menegaskan lembaganya akan tancap gas mengawal seluruh program pemerintah agar berjalan tepat arah, tepat aturan, dan benar-benar menyentuh rakyat. Penegasan itu disampaikan saat bertemu awak media di Karangasem, Minggu (29/3).
Menurutnya, fungsi dewan bukan hanya formalitas. Pengawasan, penganggaran, hingga legislasi akan dijalankan penuh tekanan agar setiap kebijakan pemerintah tidak melenceng dari visi besar Karangasem Agung.
Memasuki satu tahun kepemimpinan I Gusti Putu Parwata bersama Guru Pandu, Suastika melihat fondasi sudah mulai terbentuk. Sejumlah program dinilai sejalan dengan visi-misi, meski masih ada yang perlu dibenahi dan ditata ulang agar dampaknya lebih terasa.
Salah satu yang mulai menunjukkan progres adalah penanganan krisis air bersih—persoalan klasik yang selama ini menghantui wilayah seperti Kubu, Abang, hingga Manggis. Namun, Suastika mengingatkan, solusi tidak boleh setengah jalan. Air bersih harus tuntas di seluruh Karangasem, tanpa pengecualian.
Di sisi lain, ancaman bencana juga jadi alarm serius. Dengan karakter wilayah yang rawan erupsi, longsor, hingga gempa, DPRD mendesak adanya pemetaan risiko yang lebih tajam dan langkah mitigasi yang konkret. Dukungan anggaran, tegasnya, siap dikawal.
Sektor pendidikan dan infrastruktur mulai bergerak. Perbaikan ruang kelas diprioritaskan agar siswa belajar dengan layak, sementara jalan-jalan rusak perlahan disentuh lewat berbagai sumber anggaran.
Namun, sorotan paling keras diarahkan ke sektor kesehatan. Suastika menilai perbaikan SDM dan manajemen layanan menjadi kunci. RSUD Karangasem dan puskesmas diminta tidak pasif—pelayanan harus cepat, responsif, dan transparan, terutama di tengah persoalan BPJS yang kerap membingungkan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat dibiarkan tanpa kepastian layanan,” tegasnya.
Ia menekankan, sinergi eksekutif dan legislatif bukan sekadar slogan. Kolaborasi harus melahirkan hasil nyata—dari ekonomi yang bergerak, pelayanan publik yang membaik, hingga kesejahteraan masyarakat yang benar-benar terasa.
Karangasem, kata Suastika, tidak butuh janji. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja nyata—dan DPRD siap berdiri di garis depan untuk memastikan itu terjadi. (tio/bfn)













