Daerah  

Panjat Pohon Nangka, Terjatuh, Nelayan Tewas


BANGLI — Warga Desa Kedisan Kitamani, Bangli geger, pemicunya salah seorang warganya yang berprofesi sebagai nelayan, bernama I Nengah Benawa (57), ditemukan tewas tertelungkup tak jauh dari pohon nangka milik tetangganya, Kamis (5/9/19) sekitar pukul 13.00 Wita.

Cek kali cek, korban tewas bukan karena faktor kekerasan akibat perlakuan orang lain, namun karena terjatuh dari pohon nangka. Informasi yang dihimpun, menyebutkan, Kamis pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wita, korban pamit kepada istrinya untuk mencari daun sirih di kebun yang ada di tegalan Pan Siap.



Lama tak pulang-pulang dari mencari daun sirih, tiba-tiba istri korban Jro Penyangga Rami mendapatkan kabar dari I Ketut Krenteng kalau sepeda motor suaminya di lihat di tegalan milik Pan Siap sekitar pukul 13.00 Wita, namun ketika ditanya dimana keberadaan suaminya Krenteng mengaku tidak melihatnya.

Curiga akan keberadaan suaminya, Jro Penyangga Rami bersama Ketut Krenteng pergi menuju lokasi sepeda motor milik korban. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan berjarak 75 meter dari sepeda motor dalam keadaan tertelungkup kepala mengarah ke selatan.


Baca :


Temuan itu membuat Jro Penyangga Rami panik, dia menjerit histeris sambil minta pertolongan kepada tetangga terdekat. Bersamaan dengan itu Ketut Krenteng menghubungi petugas medis dari Puskesmas Kintamani 4 Kedisan atas nama Luh Mawar Asni dan I Putu Sudarsa untuk mengecek keadaan korban. Hasilnya? Saat diperiksa korban sudah sudah lemas, dingin dan kaku mayat. Saat berusaha diberi pertolongan nafas, korban tidak ada respon.



Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan tersebut. Dikatakan, paca laporan tersebut pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Korban langsung di bawa ke RSU Bangli untuk mendapat pertolongan, saat diperiksa tim medis korban sudah dinyatakan meninggal,” terang Sulhadi.

Sementara hasil pemeriksaan medis RSU Bangli, dr Bella Dewanti, saat tiba di RSU Bangli pukul 14.10 wita, korban sudah dalam keadaan meninggal dan telah terjadi kaku mayat. “Tim medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat perlakuan orang lain,” pungkas Sulhadi. (sum/mit)