Utama  

Berawal Gigitan Serangga, Bibir Ketut Pica Terus Membengkak, Dirawat di Rumah Sakit Hasilnya Nihil

Kondisi I Ketut Pica (19), saat ditemui tim balifactualnews.com dikediamannya Banjar Werdhi Arsa, Lingkungan Karangsokong, Kelurahan Subagan, Karangasem

KARANGASEM — Memiliki kekurangan sejak dilahirkan, kondisi kesehatan I Ketut Pica (19) semakin memperihatinkan. Putra ke-4 Made Sudarsa dengan Ni Made Sukerti asal Banjar Werdhi Arsa, Lingkungan Karangsokong, Kelurahan Subagan, Karangasem ini, menderita penyakit aneh. Bibirnya terus membengkak, pasca dua tahun lalu sempat digigit serangga.

“Sudah dua tahun bibir Ketut seperti ini. Saat digigit serangga bengkaknya kecil dan terus membesar sampai saat ini,” ucap Ni Made Sukerti dengan nada sedikit parau, saat ditemui tim balifactualnews.com di rumahnya, Jumat (6/10/19) pagi tadi.

Ketut, kata Sukerti memang ada kelainan sejak kecil. Sempat sekolah di SLB sampai SMP, karena sakitnya itu akhirnya berhenti sekolah. Penyakit misterius yang diderita Ketut, kata Sukerti, sudah diobati kemana-mana. Mulai dari dokter, rumah sakit hingga membawanya ke orang pintar (balian), namun sakit yang diderita ketut tak kunjung sembuh. Bahkan, remaja malang ini sempat kesulitan bernafas karena lubang hidungnya tertutup bibirnya yang terus membesar.



“Saat dibawa ke dokter dibilang sakit yang diderita Ketut karena infeksi,” ucap Sukerti yang sehari-harinya berjualan bunga dan canang di Pasar Karangsokong.

Khawatir akan kondisi anaknya, Sukerti dan suaminya Sudarsa lantas membawanya ke RSUD Karangasem. Sayangnya rumah sakit plat merah (Pemkab Karangasem) itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena terkendala terbatasnya alat medis yang ada disana. Penasaran dengan penyakit aneh yang diderita Ketut, keluarga lantas membawanya ke RSUP Sanglah. Tertolongkah? Ternyata tidak. Malah sebaliknya dari diagnose pihak medis RSUP Sanglah tidak ditemukan jenis penyakit yang membuat bibir Ketut terus mengalami pembengkakan.


Baca :


“Ketut tidak bisa bicara, tapi makannya biasa. Terkadang bibirnya mengeluarkan darah saat hari menjelang malam. Dia sering meronta kesakitan. Kami tidak kuat dengan kondisi kesehatan yang dialaminya,” ucap Sukerti.

Atas kondisi kesehatan yang dialami anaknya itu, baik Sudarsa maupun istrinya Ni Made Sukerti berharap ada uluran tangah para dermawan untuk membantu pengobatan terhadap sakit yang diderita anaknya itu.

“Kami benar-benar kebingungan, semoga ada orang-orang tercerahkan membantu pengobatan anak kami,” harap Sukerti. (asa/tio)