Utama  

World Clean Up Day 2019 di Karangasem diikuti Ribuan Relawan


KARANGASEM, Balifactualnews.com Gerakan bersih bersih sedunia World Clean Up Day (WCD) yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 21 September ini merupakan gerakan yang istimewa. Dikatakan istimewa karena pada dasarnya World Clean Up Day ini dinaungi oleh Let’s Do It World, suatu gerakan di negara Estonia, dimana para pemrakarsanya berasal dari negara Asia termasuk Indonesia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Oseania. Dan membebaskan planet bumi dari permasalahan sampah sudah merupakan sebuah komitmen dari jaringan jaringan negara yang tergabung didalamnya.

Di Indonesia sendiri gerakan World Clean Up Day ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 2014 silam oleh jaringan Let’s Do It World. Saat itu kesadaran akan membebaskan bumi dari kepungan sampah yang sudah menjadi momok dunia pun banyak didukung oleh komunitas komunitas serta masyarakat yang saling membahu untuk mewujudkan kesuksesan gagasan dan event World Clean Up Day ini.



Karangasem dengan jargonnya The Spirit of Bali, dalam gerakan World Clean Up kali ini dilaksanakan, Sabtu (21/9/19) yang melibatkan relawan hampir 3.849 orang yang berasal dari  Monarch Candidasa 500 orang relawan, Mediteranian 240 orang relawan, SMKN1 Karangasem melibatkan hampir 700 orang relawan, SMKN1 Manggis 600 orang relawan, SMK TI global 125 orang relawan, ada juga dari SMP manggis 150 orang relawan, dan dari SD buitan ada sekitar 200 orang serta dari lembaga perhotelan, Kodim, Polres Karangasem maupun dari lapisan masyarakat serta LSM yang peduli akan lingkungan.



World Clean Up Day kali ini, di Karangasem dibagi dalam 7 (tujuh) titik krusial yang merupakan titik kumpul banyaknya sampah diantaranya pantai Labuan Amuk, Buitan, Mendira, pantai Cinta dan sekitarnya serta di beberapa tempat lainnya seperti Samuh, Sanghyang Ambu, Bugbug dan di sekitar jembatan Pegat Perasi. Kegiatan yang dilaksanakan selama satu jam lebih itu berhasil mengumpulkan sebanyak lebih dari 1000 kg sampah.

Koordinator gerakan World Clean Up Day, I Wayan Kariasa yang juga ketua PHRI Karangasem mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Bali dan Karangasem. Sebagai koordinator, BPC PHRI Karangsem juga menggandeng IHGMA, Trash Hero, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Anak2 sekolah dari SD, SMP, SMK dan LPK Monarch serta yang lainnya dalam kegiatan itu. Disamping itu gerakan ini juga untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya memerangi sampah terutama sampah plastik.



”Kegiatan ini tidak sekedar bersih bersih saja, tapi menjadi bagian untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya memerangi sampah, utamanya sampah plastik”, ucap Kariasa

Tingginya resiko buruk yang dimunculkan akibat sampah itu lanjut kariasa, BPC PHRI Karangasem juga mengagendakan untuk melakukan aksi bersih bersih setiap hari. Kegiatan hari ini sebagai bentuk peringatan dan wujud cinta terhadap alam dan ibu pertiwi.

“Semoga melalui kegiatan ini, kedepannya semua lapisan masyarakat lebih sadar dan teredukasi, sehingga dapat meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Ini juga untuk mensukseskan Pergub no. 97 tahun 2018, yang sedang gencar dijalankan pemprov Bali, harap Kariasa”. (ger)