BULELENG, Balifactualnews.com Masyarakat Desa Kerobokan dikejutkan oleh robohnya Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Pura Kayu Duwi yang terletak di pesisir barat Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Diduga, pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni itu sengaja dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab. Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh salah seorang pedagang bernama Ni Made Sulastri (55) pada, Jumat (29/11/19) sekitar pukul 06.30 Wita.
Sulastri menceritakan, seperti biasa dia melakukan persembahyangan terlebih dahulu dengan menghaturkan kopi dan makanan di Pura Kayu Duwi sebelum buka warung. Pedagang yang berjarak 10 meter dari pelinggih itu pun terkejut lantaran melihat pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni roboh ke arah barat. Tak hanya roboh, pelinggih itu terlihat dalam kondisi rusak.
“Kaki saya langsung gemetar saat melihat Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni itu roboh ke arah barat dengan kondisi leher pelinggih terlihat patah. Kalau posisi pelinggih semula ada di tengah-tengah, wajah pelinggih menghadap ke arah laut,” ungkapnya.
Sulastri pun melaporkan temuan itu kepada Jero Mangku Suma Wijaya selaku Kelian Adat Kerobokan. Sebelum kejadian, Sulastri pun mengaku jika pelinggih Ganesha miliknya yang berada di depan warung tempatnya berjualan juga berpindah dari posisi semula.
“Kejadiannya malam hari, tepatnya Kamis (28/11/19), pelinggih Ganesha di depan warung juga pindah tempat, seperti sengaja dibongkar dan dijatuhkan. Kurang tahu siapa orang yang berani usil,” imbuhnya.
Kelian Suma saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masyarakat terkait kejadian robohnya Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Pura Kayu Duwi di Pantai Kerobokan. Pihaknya pun bersama calon Perbekel terpilih Kerobokan, Putu Wisnu Wardana sudah turun melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
“Menindaklanjuti robohnya pelinggih itu, kami langsung melakukan paruman dengan prajuru adat. Sudah kami laporkan ke Polsek Sawan,” terangnya. Apakah ada dugaan kesengajaan terhadap robohnya pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni?
Kelian Suma menduga pelinggih memang sengaja dirobohkan oleh oknum tak bertanggungjawab yang berjumlah lebih dari satu orang karena pelinggih terbilang memiliki bobot lumayan berat. “Pagar besi Pura selalu dikunci. Pelaku pastinya loncat tembok sebelum merobohkan pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni yang sangat kami sakralkan. Kalau apa motif merobohkan pelinggih, kami serahkan kepada pihak kepolisian melakukan penyelidikan,” jelasnya.














