Penjaringan Calon Dibuka Golkar, MasDipa Ambil Formulir


KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pilkada Karangasem akan segera digelar. Begitu juga Partai Golkar telah membuka Penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem 2020. Baru sehari dibuka dua tokoh penting Karangasem telah mengambil formulir pendaftaran.

Kedua tokoh tersebut adalah Bupati Karangasem yang juga ketua Nasdem Karangasem IGA Mas Sumatri. Satunya lagi I Wayan Artha Dipa Wakil Bupati Karangasem. Pada Pilkada lalu keduanya adalah paket Masdipa. Mereka mengambil formulir untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati dari Partai Golkar.

Formulir Pendaftaran pertama kali diambil oleh I Wayan Artha Dipa. Arta Namun Arta Dipa tidak langsung datang untuk mengambil formulir tersebut ke Golkar. pihaknya memberi kuasa pada tiga orang kepercayaannya untuk mengambil formulir tersebut.



Mereka adalah I ketut Sumerta, Nyoman Mambal Ngurah Hena dan Cristina Margana. Perwakilan Arta Dipa tiba di kantor DPD Golkar sekitar pukul 09.00 Wita, Rabu, (18/12/19).

Selang sejam kemudian datang perwakilan dari IGA Mas Sumatri untuk mengambil formulir pendaftaran. Mas Sumatri sendiri langsung mengutus Made Juwita yang juga Sekretaris Nasdem Karangasem. Juwita di damping Ketua Fraksi Nasdem Karangasem
I Gusti Ngurah Subagiartha.

Kedua perwakilan tokoh ini diterima langsung Plt Golkar Karangasem dan Ketua tim Penjaringan I Wayan Sekep Aryana Manusaba serta Sekretaris Penjaringan I Wayan Putu. “Kami mewakili pak Artha Dipa untuk mengambil formulir penjaringan bakal calon Bupati dan wakil bupati Karangasem,” ujar Sumerta.

Juwita mengaku diberikan tugas oleh Ketua Nasdem Karangasem untuk mengambil Formulir pendaftaran tersebut. Dengan diambilnya formulir tersebut Mas Sumatri juga ingin maju sebagai bakal calon Bupati dari Partai Golkar. “Saya yang diberi tugas untuk mengambil formulir tersebut,” ujarnya. Di Nasdem sendiri Mas Sumatri hampir pasti mendapat rekomendasi.

Sementara itu menurut sumber yang enggan ditulis namanya mengatakan jika manuver yang dilakukan Mas Sumatri bertujuan untuk menggaet Partai Golkar agar bisa berkoalisi dengan Nasdem. Untuk pengembalian formulir tersebut keduanya mengaku masih akan menunggu momen yang tepat.(ani/ger)