TENGAH MALAM-Kebakaran rumah terjadi di Banjar Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Selasa (18/2/20) tengah malam, I Nengah Pasek dan keluarganya selamat dari maut. Kebakaran membuat korban menderita kerugian sebesar Rp 70 juta (foto: Dinas Damkar Karangasem)
KARANGASEM Balifactualnews.com , Nasib apes dialami I Nengah Pasek. Rumah salah seorang warga Banjar Bias, Desa Ababi, Abang, Karangasem, itu terbakar di tengah umat Hindu sedang mempersiapkan semua piranti upacara di Hari Suci Galungan.Kebakaran yang menimpa rumah korban terjadi, Selasa (18/2/20) tengah malam, yakni sekitar pukul 22.50 Wita. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Kendati demikian, kebakaran hebat beberapa jam menjelang Galungan itu, membuat korban menderita kerugian sekitar Rp 70 juta.
Informasi yang dihimpun, menyebutkan, musibah kebakaran tengah malam itu, membuat tiga penghuni di rumah kalang kabut. Pasek, anak dan istrinya menjerit histeris keluar rumah, sambil berteriak minta tolong kepada tetangga terdekat. Teriakan Pasek membuat warga semburat keluar rumah. Sambil membawa alat seadanya, warga berusaha memberikan pertolongan untuk menjinakan si jago merah yang lagi kalap tersebut.
Sayang upaya warga dan petugas seperti Satpol PP, TNI, dan pihak kepolisian untuk memadamkan api belum berhasil. Di tengah kepanikan, Pasek lantas menghubungi pihak Dinas Pemadam Kebakaran, yang diterima langsung I Putu Sudiana. Tak berselang lama dari laporan tersebut Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem menerjunkan 12 personil dengan membawa 4 armada mobil tangki menuju lokasi.

Kepala Dinas Kebakaran Karangasem I Nyoman Tari, Dikonfirmasi, Rabu (19/2/20) membenarkan hal itu. “Api sudah berhasil dipadamkan, namun barang berharga yang berada di dalam rumah korban tidak bisa kita selamatkan,” ungkap Tari seraya menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab dari kebakaran itu.
“Tidak ada yang tau titik api yang menjadi penyebab kepakaran itu. Apakah ini karena api dupa atau korsleting listrik? Itu semua masih didalami pihak berwajib,” pungkas Tari. (ger)













