Utama  

Sebar Berita Hoax dan Meresahkan Warga, Pemilik Akun Facebook  Samsul Made Hadi Dipolisikan

Postingan Samsul Made  Hadi di Akun pribadinya yang kemudian si share ke grup Facebook yang ada di Karangasem

KARANGASEM Balifactualnews.com — Warga Desa Bebandem kembali di resahkan dengan sebaran berita hoax  terkait penutupan  pedagang luar  untuk berjualan di Pasar Bebandem. Berita  bohong yang disebar di jagat maya itu dinilai sangat menyesatkan dan kini berujung  laporan ke  Polisi.

Adalah pemilik akun facebook Samsul Made Hadi yang dilaporkan Satgas Penanganan Covid-19 Desa Bebandem, Minggu (26/4/20). Dalam akun  pribadinya  Samsul Made Hadi membuat berita bohong yang diawali dengan kalimat seperti ini.

“ Saya tidak ingin bertanya kondisi di daerah masing2, tapi hanya kekhawatiran thd perkembangan kondisi masyarakatn dlm menyikapi Covid19 yg tentunya diakibatkan oleh salah langkah/kebijakan yang diterapkan serta banyaknya informasi  yg salah di masyarakat,” tulis Samsul Made Hadi dalam akun facebooknya.

Berita bohong ditembuskan ke Gubernur Bali, Bupati Karangasem dan para Bupati se-Bali tidak hanya di unggah pada akun pribadinya, tapi sang pemilik juga membagikannya ke akun resmi grup facebook yang ada di Karangasem.

Pada bagian lainnya, Samsul Made Hadi juga menuliskan, tentang lokasi karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan penolakan pasien di Pelabuhan Padangbai, yang cenderung dinilai sangat provokatif.  Namun yang membuat Satgas Covid-19 Desa Bebandem geram, karena  pemilik akun yang kini sedang dilacak pihak kepolisian, juga membuat tulisan yang seakan-akan memperkeruh suasana di tengah  Negara sedang  serius dalam  menangani Covid-19.

“….dan sekarang melihat  hal yg memprihatinkan krn mengarah kpd perpecahan masyarakat.. di  karangasem sdh saling blokir antar  (ditulis ahtar) desa. Desa Bebandem memblokir saudara2 dr Bungaya karena sudah ada kasus positif   di Bungaya… di Muncan… di Sidemen juga terjadi hal spt itu. Hampir semua desa skrg sdh  mem-portal jalan/akses masuk desanya.. setiap orang baru/asing lewat dicurigai, dan pemerintah daerah sepertinya tidak ada perhatian kesana,” tulisnya lagi.

Ketua Satgas Gotong Royong Penangan Covid-19, Desa Adat Bebandem,  I Gede Warsa, menilai  postingan Samsul Made Hadi di akun Facebooknya itu sangat provokatif dan cenderung menyesatkan. Menurutnya Satgas Gotong Royong yang dipimpinnya tidak pernah melakukan pelarangan seperti yang dituduhkan itu.

“Kami tidak pernah melarang  apalagi memerintahkan anggota Satgas dan Pecalang untuk memblokir saudara-saudara kami dari Bungaya. Ini berita sesat dan kami berharap pihak kepolisian segera menangkap Samsul Made Hadi sebagai pemilik akun  tersebut,” ucap  Gede Warsa saat mengadukan kejadian itu ke Polsek Bebandem.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Bebandem, AKP Wayan Sukarita membenarkan pengaduan tersebut. “Pengaduannya baru sore kemarin kami terima, dan sekarang tim sudah bekerja untuk melacak keberadaan pemilik akun tersebut,” ucap AKP Wayan Sukarita, Senin (27/4/20) pagi tadi. (tio/son/bfn)