Utama  

Masuk Zona Merah, 181 Warga Diisolasi, Lingkungan Padangkerta Kaler Lockdown

Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Padangkerta melakukan persiapan penyemprotan disinfesktan, menyusul wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler dilockdown setelah ditemukan banyak kasus positif Covid-19 disana. (foto  I Gusti Ngurah Putra)

KARANGASEM Balifactualnews.com — Tingginya Kasus Positif Covid-19 yang terjadi di Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, membuat lingkungan tersebut di lockdown, sejak  ditemukannya 12 warga reaktif  positif Covid-19 dari  5 warga yang terpapar  Virus Corona sebelumnya.

Selain me-lockdown lingkungan, 181 warga yang ada di Lingkungan Padangkerta Kaler juga sudah diisolasi di rumah masing-masing. Selama isolasi dilakukan, warga yang terdampak tersebut tidak dibolehkan keluar rumah.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Karangasem, I Gede Darmawa,  Jumat (1/5/20), mengatakan,  isolasi warga atau lockdown wilayah  Lingkungan Padangkerta Kaler sudah dilakukan Kamis (30/4/20) lalu, setelah Gugus Tugas menggelar rapat serius  menyikapi hasil rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Karangasem di Posko Gugus Tugas, Jalan Nenas, Bebandem.

Dikatakan, dalam rapat yang dipimpin Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri itu, disepakati untuk melakukan isolasi terhadap warga yang terdampak  yang ada disana. Tidak  sebatas mengisolasi warga atau melockdown wilayah, lanjut Darmawa, rapat juga membahas  penyaluran logistik terhadap warga yang terdampak, yang diserahkan langsung ke masing-masing rumah warga melalui Satgas Gotong Royong Penangan Covid-19, Desa Adat Padangkerta.

“Logistiknya sudah  disalurkan sejak kemarin. Warga terdampak akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan.  Selama isolasi dilakukan, logistik akan dipasok Gugus Tugas (Pemkab Karangasem Red)   menggunakan dana APBD 2020,” jelas Darmawa.

Dikatakan,  lockdown  wilayah Lingkungan Padangkerta Kaler dilakukan, sebagai upaya untuk mempersempit penyebaran Covid-19 yang ada di lingkungan tersebut.   Mengingat   semakin meningkatnya jumlah kasus positif di Karangasem, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak lagi  memboya (bandel) dengan himbauan  dan instruksi dari Pemerintah terkait pencegahan penyebaran  Virus Corona yang sudah semakin mewabah di Karangasem.

“Masyarakat  harus mulai meningkatkan kedisiplinan, baik disiplin dalam menggunakan masker, maupun disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih seperti yang sudah dianjurkan pemerintah,”pungkas Darmawa. tio/son/bfn)