Ilustrasi Virus Coona by: detik.com
KARANGASEM Balifactualnews.com—Satu lagi petugas cleaning service di Klinik Kubu Husada, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, terkonfirmasi positif terpapar Covid-19, transmisi lokal.
Informasi yang dihimpun Kamis (2/7/20), pasien yang terkonfirmasi positif itu seorang perempuan usia 35 tahun, asal Banjar Baturinggit Kelod, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu. Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Baturinggit, I Putu Gede Telantik SE, dikonfirmasi pagi tadi membenarkan hal itu. Dia mengatakan, warga yang terkonfirmasi positif itu, sesuai dengan hasil SWAB yang diterimanya, Rabu (1/7/20) sekitar pukul 22.00 Wita.
Didampingi Kelian Adat Desa Baturinggit, I Ketut Saputra, Telantik mengatakan, dengan ditemukannya kasus positif tersebut, saat ini di desanya sudah ada dua kasus positif transmisi lokal. Keduanya adalah petugas cleaning service di Klinik Kubu Husada.
“Satu orang sudah dirujuk ke Denpasar untuk penanganan lebih lanjut, dan satu orang lagi masih dalam penanganan dan segera akan dikirim ke Denpasar,” ucap Telantik.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, 5 orang pekerja di Klinik Kubu Husada dinyatakan positif terpapar Virus Corona. Kelima orang tersebut satu diantarannya seorang Bidan berusia 27 tahun, asal Desa Sukadana, dan dua perawat masing-masing berasal dari Desa Ababi, Kecamatan Abang berusia 30 tahun dan perawat usia 28 tahun asal Desa Tianyar Barat.
Sedangkan dua pasien positif lainnya, yakni seorang sopir di Klikik Kubu Husada usia 18 tahun dan berasal dari Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, dan petugas cleaning service asal Desa Baturinggit berusia 40 tahun.
Sementara itu, untuk tambahan kasus positif yang ada di Desa Baturinggit, kata Telantik, saat ini Satgas Gotong Royong Desa Adat Baturinggit sedang melakukan tracing. Dari tracing yang dilakukan ditemukan ada 19 orang warga yang melakukan kontak erat dengan pasien.
“Mereka masih ada hubungan keluarga, mulai dari keponakan hingga orang tua. Rencana pagi ini Gugus Tugas Kecamatan Kubu akan langsung melakukan test rapid,” ucap Telantik, seraya berharap, agar pemerintah lebih serius memberi perhatian dalam penanganan kasus transmisi lokal ini. (tio/son/bfn)













