Aliansi Pemuda Karangasem Tolak Praktik Money Politik

Aliansi Pemuda Karangasem gelar aksi tolak praktik money politik  Pilkada 9 Desember di  depan Tugu Pahlawan Ciungwanara, Amlapura, Senin (19/10)

KARANGASEM,Balifactualnews.com—Gerakan anti money politik   dalam Pilkada Karangasem  terus digemakan masyarakat, menyusul  pernyataan tegas Kapolres  Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini SIK, MM.Tr, terkait kemungkinan ada praktik politik “kotor” dalam Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

Kali ini gerakkan itu datang dari aliansi Pemuda  Karangasem (APK).  Tak ingin Pilkada Karangasem dikotori praktik money politik,  komponen pemuda di Karangasem bergerak  dengan menggelar aksi  di depan Tugu Pahlawan Ciung Wanara (Patung Pahlawan I Gusti Ketut Jelantik), Senin (19/10/20).

Selain menentang praktik money politik, mereka juga menolak keras  penyebaran berita bohong (hoax) dan mengajak masyarakat  Karangasem untuk tidak Golput dalam Pilkada nanti.

Koordinator Gerakan anti politik uang, I Gede Ngurah Wedagama, mengatakan,  aksi yang mereka lakukan  dengan melibatkan 30 orang pemuda itu, bertujuan agar   proses demokrasi politik Pilkada di Gumi Lahar ini berlangsung Jurdil. “Selama aksi, kita tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah,” ucapnya.

Dalam aksinya itu, sedikitnya ada  lima point penting yang disampaikan berkaitan dengan Pilkada Karangasem yang sudah diambang mata.   Selain menolak keras adanya praktik  money politik,  Aliansi Pemuda Karangasem  juga menyatakan kesediannya untuk  tidak menyebar  berita hoax di media sosial. Point lainya, Pemuda Karangasem, kata Weda, akan berperan aktif dalam menjaga dan mengawasi pesta demokrasi di Karangasem, tidak golput dan meyakinkan pemuda untuk datang ke TPS bagi yang sudah memenuhi syarat. Bukan hanya itu, Pemuda Karangasem juga  akan melakukan pemantauan berlangsungnya peserta politik lokal tersebut dan siap melaporkan kepada pihak terkait bila ditemukan ada pelanggaran.

“Kita turun menggelar aksi karena  makin merebaknya isu money politik Pilkada dan banyaknya berita bohong   di media sosial tentang adanya Golput,” pungkas Weda. (kek/tio/bfn)