KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ekonomi daerah. Melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan, pemkab menyalurkan bantuan alat dan infrastruktur pertanian kepada sejumlah subak di Karangasem, Kamis (16/4).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau yang akrab disapa Gus Par. Dalam kesempatan itu, pemerintah menyerahkan lima unit traktor serta sepuluh paket rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang tersebar di beberapa wilayah.
Gus Par menegaskan, bantuan ini bukan sekadar distribusi alat dan proyek fisik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Karangasem.
“Bantuan ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung petani. Pertanian harus tetap menjadi sektor unggulan yang mampu menopang ekonomi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran traktor diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan yang selama ini masih banyak mengandalkan tenaga manual. Dengan mekanisasi ini, petani dapat menghemat waktu dan biaya, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Sementara itu, rehabilitasi jaringan irigasi tersier menjadi langkah penting untuk menjamin distribusi air yang lebih merata dan berkelanjutan. Ketersediaan air yang stabil dinilai menjadi kunci dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan musim yang tidak menentu.
“Dengan perbaikan irigasi, kita ingin memastikan air sampai ke lahan petani dengan baik. Ini penting untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian,” tegasnya.
Lebih jauh, Gus Par berharap kombinasi antara modernisasi alat pertanian dan penguatan infrastruktur irigasi mampu mendorong peningkatan hasil panen secara signifikan. Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sistem subak sebagai warisan budaya sekaligus sistem pengelolaan pertanian yang telah terbukti efektif selama ratusan tahun di Bali.
“Kita ingin petani lebih sejahtera, produksi meningkat, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. Ini bagian dari upaya kita menuju Karangasem yang mandiri pangan,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Karangasem optimistis sektor pertanian akan semakin tangguh dan mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, sekaligus menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (tio/bfn)













