Lanang Mantra dan Karya Patung Wanita Berbahan Sampah
KARANGASEM,Balifactualnews.com—Dikalangan photographer Bali, nama I Gusti Lanang Mantra, tidak saja dikenal sebagai konseptor poto, tapi juga sebagai seniman recycle yang sangat kreatif mendaur ulang sampah menjadi barang seni.
Setelah membuat patung menara liberty berbahan sampah kertas yang membumi, dan barang seni lainnya berbahan sampah yang sempat dipamerkan di Bentara Budaya, Denpasar photographer KW asal Banjar Menanga Kawan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, kembali membuat kejutan di tengah pandemi Covid-19 melanda tanah air.
Kali ini inspirasinya tertuju pada seorang perempuan paruh baya. Dimana seniman perlente dan sedikit nyentrik ini menggambarkan, bahwa sosok ibu adalah seorang pekerja keras dalam mengarungi kehidupan. Patung perempuan berbahan barang bekas dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dikerjakan selama sepekan, kini berdiri anggun menghiasi pintu gerbang depan rumah sang seniman. Sentuhan warna emas di beberapa bagian patung, membuat karya sang seniman menjadi bernilai tinggi.
Kendati demikian, Lanang Mantra mengaku tidak akan menjual karyanya itu, mengingat karyanya di penghujung tahun ini dipersembahkan untuk memberi semangat kaum ibu dalam menghadapi wabah Corona seperti sekarang.
“Saya sengaja membuat patung wanita membawa keris, yang mencerminkan kaum ibu tidak mau kalah dengan kaum laki-laki, khususnya dalam mengambil peran demi kelangsungan hidup keluarga di tengah pandemi covid-19,” ucap Lanang Mantra.
Selain memanfaatkan sambuk kering (serabut kelapa) sebagai media, pembuatan patung wanita itu juga menggunakan beberapa barang bekas. Pada bagian badan dan kaki misalnya, Lanang Mantra menggunakan manekin bekas, lengan dari karton penggulung kain. Sedangkan dasar kambennya memakai kardus, kamben dan ornamen lainnya dari kain dicelupkan ke semen cair.
“Semua bahan yang kita gunakan adalah barang bekas. Mudah-mudahan karya berbahan daur ulang sampah ini bisa menginspirasi para penggiat lingkungan untuk selalu kreatif dalam berkarya,” tandasnya. (ger/tio/bfn)













