Ke Bali Tanpa Suket Rapid Tes Antigen,  2 Orang Pemuda Loteng Dipulangkan

Kapolsek KP3 Padangbai, Kompol Made Suadnyana ( kanan) saat memeriksa dua pemuda asal Lombok Tengah yang masuk Bali  melalui Pelabuhan Padangbai, tanpa menggunakan Suket hasil Rapid tes Antigen.

KARANGASEM,Balifacktualnews.com– Polsek KP3 Padabai,  Kecamatan Manggis, Kabupaten  Karangasem,  memulangkan dua orang pemuda asal Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Kamis 25 Februari 2021.

Kedua pemuda Loteng itu, masing-masing bernama Herman Jayadi dan  Ibrani. Mereka  dipulangkan  karena  saat masuk  Bali melalui Pelabuhan Padangbai, tidak melengkapi diri dengan surat keterangan (Suket) hasil Rapid Tes Antigen.

“Identitasnya lengkap, tapi saat kita minta surat  keterangan hasil Rapid Tes Antigen keduanya  tidak bisa memperlihatkan dan langsung kita pulangkan ke tempat asal,” kata Kapolsek KP3 Padangbai, Kompol  I Made Suadnyana.

Dijelaskan,  menyeberang dari pelabuhan Lembar ke  Pelabuhan Padangbai, kedua pemuda asal Loteng itu  naik kendaraan truk pengangkut logistik.  Hal  ini diduga dilakukan dengan sengaja agar bisa lolos pemeriksaan Prokes dari petugas.  Dugaan ini bisa jadi benar. Pasalnya sopir dan kondektur truk  pembawa logistik  tidak diwajibkan keluar masuk Bali menggunakan Suket tersebut, karena  mereka tidak tinggal menetap di Bali.

“Bisa jadi  sopir truknya nyari omprengan (penghasilan tambahan, Red) dan mengangkut dua pemuda asal Loteng ini di Lembar untuk diajak menyeberang ke Bali,” terang Kapolsek.

Dipihak lain,  saat di introgasi  kedua pemuda  Loteng itu datang ke Bali  untuk menemui keluarganya yang berada di  Kabupaten Tabanan.  “Saya  tidak tahu kalau  masuk Bali menggunakan surat keterangan Rapid. Di Pelabuhan Lembar juga tidak ada pengumuman berkaitan dengan kelengkapan surat Rapid ini,” ucap Ibrani.

Pantau di lapangan,  arus penyeberangan di Pelabuhan Padangbai  terlihat sangat lenggang. Kendaraan yang melakukan bongkar muat  bisa dihitung dengan jari.  Menurut Kapolsek Kompol Made Suadnyana, kondisi ini disebabkan bukan  semata-mata karena dampak Covid-19, tapi dikarenakan  sudah dibukanya  tol laut dari  ke Lembar dari Ketapang, Banyuwangi dan Surabaya.

“Sejak  tol laut dibuka, penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai ke Lembar selalu sepi, kendaraan yang menyeberang dan melakukan bongkar muat disini tidak lebih dari 10 kendaraan dan puluhan sepeda motor,” terang Kapolsek  didampingi Kepala Wilayah Kerja ASDP Padangbai I Putu Suardana.  (ger/bfn)