________________________________________________________________________________
KARANGASEM — Hasil pleno KPUD Karangasem memastikan empat parpol menempatkan kadernya di posisi pimpinan DPRD Karangasem periode 2019-2024. Sesuai regulasi yang ada, dengan 12 kursi Dewan yang dimiliki, PDIP sudah merasa nyaman menempatkan kadernya di posisi puncak pimpinan Dewan.
Tak diragukan lagi, sebagai pimpinan partai moncong putih di Karangasem, I Gede Dana dipastikan akan kembali menduduki kursi ketua Dewan yang hilang diambil Golkar pada Pemilu 2014 lalu.
Posisi ketua Dewan sudah nyaman di tangan PDIP, kendati begitu, Gede Dana tak mau grasa-grusu. Pasalnya semua itu bisa dilakukan sepanjang ada penugasan dari induk partainya.
“Semua ada mekanismenya, kalau partai menugaskan, saya siap menjalani tugas itu,” ucap Gede Dana.
Di lain pihak, pertarungan sengit justru terjadi di posisi wakil ketua Dewan. Golkar misalnya, ada beberapa kader yang layak menempati posisi itu. Selain Sumardi (Ketua DPRD Karangasem sekarang Red) juga ada I Gusti Agung Dwi Putra dan I Komang Mustika Jaya. Tapi mengacu aturan di internal Golkar, I Gusti Agung Dwi Putra dinilai paling layak menempati posisi itu. Alasannya, jabatannya sebagai Sekretaris Partai Golkar Karangasem, akan melapangkan langkahnya untuk menggapai posisi tersebut.
Desas-desus berkembang, hampir semua struktur kepengurusan Golkar yang berhasil merebut kursi Dewan disebut-sebut ogah menduduki posisi itu. Pasalnya penghasilan yang mereka dapatkan lebih kecil dari anggota Dewan.
Menjadi wakil ketua Dewan otomatis tunjangan perumahan yang mereka dapatkan akan hilang karena unsur pimpinan DPRD sudah disediakan rumah jabatan.
Ketua DPD Golkar Karangasem I Made Sukerana, menilai, semua kadernya yang lolos merebut kursi DPRD Karangasem layak untuk menempati posisi itu. Kendati begitu, agar tidak terlihat pilih kasih pihaknya akan mengocok tiga nama untuk diusulkan ke DPD Golkar Bali dan DPP.
“Tunggu hasil pleno dulu, pastinya nama-nama yang layak akan kita usulkan ke induk partai diatas. Nanti biar pimpinan diatas yang menentukan, siapa dari tiga nama yang kita usulkan ditugaskan menempati posisi wakil Ketua,” ucap Sukerana.
Perseteruan posisi wakil ketua DPRD Karangasem tampaknya bakal terjadi di tubuh partai NasDem. Saat ini ada dua nama yang dinilai layak untuk mendampingi Gede Dana di posisi wakil ketua.
Kedua nama itu yakni I Kadek Sujanayasa dan I Made Juwita. Sujanayasa memiliki khans kuat untuk menempati posisi itu karena kedudukannya sebagai Badan Pemenangan Pemilu di struktur DPD NasDem Karangasem dan menjadi Ketua DPW Garda Pemuda Bali Partai NasDem. Sedangkan I Made Juwita juga memiliki peluang sama. Di struktur partai NasDem Karangasem, saat ini Juwita menjabat sebagai sekretaris partai.
Baca :
- Sampai Siang Ini, Pleno Pemilu 2019 KPU Karangasem Aman Lancar
- Ini Dia Komposisi Kursi Dewan Karangasem 2019 Versi Bali Factual News
Sepertinya khans Sujanayasa dan Juwita untuk bisa menjadi pendamping Gede Dana sedikit berat. Pasalnya Ketua DPD NasDem Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri akan membendung kedua kader militan itu.
Bisik-bisik di internal NasDem Karangasem, Mas Sumatri yang juga Bupati Karangasem itu, akan mengajukan putranya I Gusti Subagiartha untuk menempati posisi wakil ketua Dewan, yang saat ini tidak masuk dalam struktur kepengurusan partai. Benarkah?
Mas Sumatri belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan hal itu. Sejak, Senin (6/5/19), Mas Sumatri tidak ada di Karangasem. Informasi yang didapat Bupati bersama Sekda Gede Adnya Mulyadi, Kadis Kebudayaan I Putu Arnawa dan Sekretaris Bappeda Siki Ngurah sedang berada di luar negeri dengan negara yang dituju Belanda.
Sementara itu, Partai Gerindra yang kembali mendapatkan jatah satu kursi ketua, juga tidak begitu mudah menempatkan kadernya di posisi wakil Ketua. Ada beberapa nama mentereng yang dinilai layak menempati posisi itu.
I Wayan Parka dan Ni Kadek Weisya Kusmiadewi dinilai memiliki peluang yang sama untuk menjadi pendamping I Gede dana di posisi wakil ketua.
Parka berpeluang karena memiliki suara terbanyak dalam Pileg 17 April 2019 lalu. Sedangkan Kusmiadewi memiliki peluang karana menjadi bendahara Partai Gerindra Provinsi Bali.













