Utama  

Perahu Terbalik, 3 Warga Jerman Berhasil Diselamatkan

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Gelombang pasang perairan Candidasa, Karangasem, Bali, nyaris memakan korban, Kamis (9/5/19) pagi tadi.

Sebuah perahu pengangkut tiga wisatawan Jerman usai melakukan diving di pantai blue lagoon, Padangbai, terbalik usai dihempas gelombang pasang, sekitar pukul 11.30 Wita. Ketiga wisatawan Jerman yang melakukan diving itu masing-masing bernama Suzan, Bean dan Alex.

Mereka berangkat diving menaiki perahu nelayan dengan nahida Gede Reza Suartawan, dari Dusun Menira, Desa Sengkidu Karangasem.

Kapolsek Manggis, Kompol I Gede Sumbangsawan, dikonfirmasi siang tadi membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, ketiga wisatawan Jerman itu berangkat diving ke pantai blue lagoon Padangbai, sekitar pukul 08. 00 Wita.

“Ya dia berangkat pagi dengan instruktur Diving asal Jerman bernama Mr Andreas,” ucap Kapolsek.

Saat berangkat diving perjalanan aman-aman saja. Ketiga wisatawan Jerman itu juga sudah dapat menikmati indahnya alam bawah laut di perairan tersebut. Petaka mulai menimpa saat mereka hendak balik ke tempatnya menginap di Hotel Candi Beach.


Baca : Mantan Wartawan Perang Berbagi Pengalaman di Bali Factual News


Awalnya perahu berlayar dari dari Pantai blue lagoon aman-aman saja. Tapi di pertengahan, sekitar 50 meter dari tepi pantai Mendira tiba-tiba terjadi gelombang cukup tinggi. Kerasnya gelombang membuat perahu yang dinahkodai Suartawan terbalik.

Kepanikan sempat terjadi, tapi tidak sampai lama. Ketiga wisatawan Jerman itu berusaha memegang erat-erat badan perahu tersebut agar tidak terseret arus.

Sementara itu dari kejauhan Suartawan melambaikan bendera sebagai tanda minta pertolongan. Dibantu warga, semua korban berhasil dievakuasi dalam jarak sekitar 10 kilometer dari bibir pantai Mendiri dengan menggunakan tali.

“Ini murni musibah tidak terduga, syukur semua korban selamat dan sekarang sudah kembali bisa beristirahat di hotel tempatnya menginap,” ucap Subangsawan. (eko/tio)