________________________________________________________________________________
DENPASAR – Bea Cukai Denpasar mengadakan sharing session Cukai penggalian potensi kerjasama pengembangan pasar di Kantor BC Denpasar beberapa waktu lalu.
Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Abdul Kharis dalam sambutannya menyampaikan, Bea Cukai secara serius mensupport arak tradisional dan MMEA lokal menembus pasar internasional.
“Bea Cukai Denpasar menjembatani pelaku usaha untuk bertemu dengan pengusaha yang akan memberikan peluang pengembangan produk terhadap pasar internasional, jadi silahkan dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.
Bea Cukai Denpasar, lanjut dia juga akan berupaya menjembatani dan membuka peluang pengguna jasa terhadap pangsa pasar international. Caranya?
Mempertemukan sepuluh produsen MMEA skala kecil dengan pengusaha TBB IDP dan TBB Dufrindo Internasional serta delapan produsen MMEA skala besar dengan pengusaha ACS.
Dalam kesempatan ini TBB dan ACS sangat antusias dan berharap pabrik dapat memenuhi kriteria produk untuk dapat masuk dan dipasarkan melalui TBB dan ACS. Kriteria tersebut antara lain kualitas rasa, desain kemasan produk, range harga yang kompetitif, dan kontinuitas, produksi yang stabil.
Persaingan harga sering menjadi kendala rendahnya daya jual produk lokal di pangsa pasar internasional. Melalui ekspos dan pemasaran melalui TBB dan ACS, produsen MMEA akan mendapatkan fasilitas pembebasan cukai yang dengannya mampu menekan harga secara signifikan.
Atas fasilitas pembebasan ini, produsen MMEA dapat secara percaya diri mengekspos produk mereka di pasaran internasional dengan range harga yang lebih kompetitif.
“Pabrikan sangat antusias dan merasa sangat terbantu atas inisiasi yang dilakukan Bea Cukai Denpasar dalam menjembatani penemuan yang membuka lebar peluang kerjasama ini, ” katanya.













