KorSA Jadi Club Debutan Dalam Turnamen Bergengsi Tunjung Mekar Cup I

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Menjaring bibit atlet bola voli sekaligus sebagai ajang hiburan untuk masyarakat dan penggalangan dana untuk pembangunan desa, Banjar Pakel Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen menggelar turnamen bola voli Tunjung Mekar Cu I. Kejuaraan bergengsi memperebutkan total hadiah 8 juta itu, di ikuti 46 club dari tiga kabupaten yang ada di Bali.

Ketua Panitia Tunjung Mekar Cup I, I Ketut Sudiana, mengatakan, tiga kabupaten yang terlibat dalam turnamen ini, yakni Kabupaten Karangasem, Klungkung, dan Bangli. Menurutnya tarung segitiga antar daerah ini diyakini akan mampu mencetak atlet-atlet untuk kemajuan bola voli di Karangasem. “Ini turnamen pertama, astungkara semuanya berjalan lancar sejak kejuaraan ini dibuka 9 Mei 2019 hingga berakhirnya pada babak penyisihan 9 Juni 2019 hari ini,” ucapnya.



Dari sekian club bola voli yang tampil, club bola voli KorSA, besutan I Kadek Sujanayasa, disebut-sebut menjadi klub debutan untuk bisa menggapai di posisi puncak. Permainan yang merata ditampilkan anak-anak KorSA, membuat mereka berhasil lolos dari babak penyisihan dan masuk ke 16 besar dari kejuaraan semi open itu setelah menyingkirkan tiga lawan beratnya.

KorSA tapil gemilang, karena beberapa pemainnya memiliki nama beken. Tak tanggung-tanggung, beberapa pemain yang diturunkan KorSA cukup tenar di kancah olahraga bola voli nasional. Beberapa pemain beken itu, yakni Gus Dek Box, Dek Adi, Julianto, Juniarta.

Hari pertama, pemain lapis kedua KorSA degan skuad Danu, Pebri, Yogi, Ledung, Yuda, Mang Ana, Mang Bon, Java, Juniarta, dan liberu mungil bernama Ucil, berhasil menyingkirkan club bola voli Putra Agni, Desa Muncan. Keberhasilan itu disusul setelah mampu menumbangkan club voli PORWAJA Wates.

Lolos di babak 16 Besar, KorSA akan bertemu dengan club VOBAT, Manggis yang selalu menampilkan permainan ciamik selama turnamen ini digelar. Kendati demikian, Sujanayasa tak pernah surut memompa semangat anak-anak asuhnya. Dia mengakui perjuangan untuk menggapai posisi puncak masih jauh, karena itu dia berpesan agar para pemainnya tidak buru-buru menepuk dada atas capaian yang diraih saat ini.

“Perjuangan masih panjang, kita berharap anak-anak selalu bisa menjaga konsistensi permainan yang ditampilkan selama ini,” ucap Sujanayasa dan berharap masyarakat terutama semua sporter agar selalu menjaga stabilitas keamanan dan kenyaman para pemain. (tio)