KARANGASEM, Balifactualnews.com—Tim surveilans UPTD Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem terus bergerak melakukan tracing virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang memapar sapi milik petani di Karangasem. Pelaksanaan tracing sempat tertuda Senin (4/7/2022) tim masih mengikuti rapat ke Balai Besar Veteriner di Denpasar, namun Selasa (5/7/2022) tracing kembali dilakukan untuk mengetahui sebaran gejala virus PMK yang menyerang sapi.
Minggu (3/7/2022), tim telah melakukan penyisiran. Hasilnya sebanyak 109 ekor sapi ditemukan memiliki gejala sama dengan sapi yang positif PMK. Penyisiran dilakukan pasca ditemukan 7 ekor sapi positif PKM (4 ekor di Desa Menangam Kecamatan Rendang dan 3 ekor di Lingkungan Segara Katon, Kecamatan Karangasem Red).
“Pergerakan virus ini begitu cepat, karena penyebaranya melalui udara. Tim surveilans sudah melakukan tracing pada radius 10 kilometer dari lokasi sapi yang positif PMK. Hasilnya cukup mencengangkan, pada Minggu kemarin 109 ekor sapi ditemukan bergejala sama dengan PMK,” terang Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Pertanian Karangasem drh. Pande Arya Saputra.
Temuan 109 sapi yang memiliki gejala PMK, kata Pande Arya Saputra akan terus dipantau. Tim juga sudah membawa puluhan sample untuk uji lab ke Balai Besar Veteriner di Denpasar. “Besok (Selasa hari ini) penyisiran akan dilanjutkan, mudah-mudahan hasilnya makin membaik dan tidak ditemukan ada sapi yang positif atau memiliki gejala yang sama dengan PMK,”harapnya.
Dipihak lain, virus PMK yang semakin mewabah di Karangasem, mendapatkan perhatian serius dari Satgas setempat. Di koordinir Sekda I Ketut Sedana Merta Satgas penanganan wabah virus PMK, kemarin langsung menggelar rapat bersama Kapolres AKBP Rico AA Taruna dan Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf. Sutikno SM. (ger/bfn)













