DENPASAR, Balifactualnews.com– Pasca menghajar Persija 1-0 di duel pembuka Liga 1 musim 2022/2023 dan tumbang 0-2 dari PSM Makasar pada duel kedua di Makasar lalu, mulai memunculkan kritikan dari suporter. Tapi arsitek Stefano “Teco” Cugurra tenang-tenang menghadapi semua kritikan suporter itu.
“Tim ini baru berlaga di dua pertandingan dan kami akan tetap terus bekerja keras untuk mencetak gol. Evaluasi pembenahan terus kami lakukan di setiap pertandingan termasuk koreksi dari peluang-peluang namun gagal di konversi gol. Dan kami sejauh ini belum ada penambahan pemain lagi,” kata Teco, Senin (1/8/2022).
Evaluasi saat kalah dari PSM Makasar juga dilakukan Teco. “Lawan Persija kami menang 1-0 tapi saat itu ada beberapa peluang yang seharusnya bisa untuk menambah duua atau tiga gol. Begitu juga saat melawan PSM, memang kami bermain kurang bagus. Tapi kami juga saat kebobolan satu gol kami punya dua peluang emas dan satu kena tiang. Soal Spaso, memang benar dia tidak punya banyak bola dalam dua pertandingan,” imbuh arsitek asal Brazil itu.
Penilaian yang muncul dari suporter juga tak hanya seputar lini belakang yang perlu dibenahi tapi juga di lini depan. Selain kiprah target man Illja Spasojevic tak luput dari kritikan termasuk pemain tengah Privat Mbarga. Diakui banyak pihak, permainan Privat tidak seperti ketika didatangkan saat putaran kedua Liga 1 2021/2022.
Tipe permainan Serdadu Tridatu sendiri juga sudah terbaca lawan namun Teco juga memiliki alas an tersendiri. “Privat datang dan bergabung di Bali United setelah cedera lama. Di Piala Presiden, Privat tidak main. Privat baru main di (Piala) AFC,” jelasnya.
Diungkapkan Teco, Privat saat melawan Persija bermain bagus dan beberapa umpan Privat seharusnya bisa jadi gol. Waktu lawan PSM, Bali United bermain kurang bagus dan bukan hanya Privat saja. (ena/bfn)













